Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo Muhammad Aiza Akbar mengungkapkan, pembangunan transportasi umum itu bakal mendongkrak perekonomian wilayah sekitar. Ia mencontohkan, dari Sidoarjo, Wonoayu, Porong hingga Tulangan perlu dibangun jalur transportasi umum yang memadai. "Bisa terintegrasi dengan baik," sambungnya.
Transportasi itu dilengkapi dengan shelter-shelter di beberapa titik. Dengan demikian roda ekonomi warga sekitar juga bakal terdongkrak. Misalnya pedagang, akan mudah dalam mengangkut barang saat membeli bahan baku atau mendistribusikan barang dagangan.
Kemudian pekerja yang ada di wilayah terintegrasi itu juga tidak kesulitan dalam berangkat kerja. Termasuk efisiensi waktu karena tidak terjebak kemacetan.
Pembangunan sarana transportasi umum juga tidak perlu mahal. Yang penting nyaman, mudah dan murah bagi masyarakat.
Karena jika ongkos transportasi umum mahal, masyarakat juga enggan untuk naik. Masyarakat juga akan memilih kendaraan pribadi.
Diketahui luas wilayah Kabupaten Sidoarjo ada di angka 71,420 hektare. Jumlah penduduk Sidoarjo juga mencapai 2,2 juta jiwa. Daerah yang luas tentu semakin memperlebar jarak antarkecamatan. Sehingga butuh sarana transportasi yang memadai. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista