Malangnya, jenazah keduanya tertukar saat dikirimkan pihak rumah sakit ke tempat peristirahatan terakhirnya di lingkungan tempat tinggal masing-masing, Selasa (13/7) pagi. Jenazah Ira dibawa ke Magersari sementara itu jenazah Maria dibawa ke Ngampelsari.
Ketua RT 2/RW 5 Desa Ngampelsari, Budi Cahyono mengatakan, yang pertama kali mengetahui tertukarnya jenazah tersebut adalah salah satu keluarga korban. “Ia mengetahui bahwa nama yang tertera di peti tidak sesuai. Saat itu peti sudah dimasukkan ke liang lahat, tinggal menguruk. Sontak saja jenazah diangkat kembali,” ucapnya.
Setelah mengetahui jenazah tertukar, pihak keluarga langsung menghubungi pihak RSUD Sidoarjo. Ternyata, jenazah yang diterima atas nama Maria Indrawati warga Dusun Gajah, Kelurahan Magersari. Jenazah Ira Puspitawati yang seharusnya dikirim ke Candi justru terkirim ke Dusun Gajah, Kelurahan Magersari.
Kalau di Magersari, keluarga korban mengetahui jenazah yang tertukar sebelum proses pemakaman selesai. Sedangkan di Candi proses pemakaman justru telah selesai dan diuruk tanah.
“Kami menyayangkan RSUD Sidoarjo yang salah kirim. Meskipun kita paham kesalahan ini tidak disengaja,” tambah Budi.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Sidoarjo Wasis Nupikso membenarkan pengiriman jenazah yang tertukar tersebut.
“Keduanya meninggal pada hari Senin malam. Perawatan jenazah, memasukkan ke peti sampai pemberian identitas nama telah dilakukan. Keluarga juga telah menyaksikan proses tersebut,” terangnya.
Jenazah baru dikirim pada Selasa pagi karena menunggu liang lahat selesai. “Namun sesaat sebelum dimakamkan ada warga yang curiga karena namanya tidak sesuai. Namun ia diam saja hingga proses pemakaman usai,” kata dia.
Yang mengetahui jenazah itu tertukar, lanjut Wasis, adalah keluarga korban satunya. Ketika mengetahui di detik-detik akhir pemakaman. “Keluarga tersebut ingat, bahwa warna petinya bukan yang ini. Namanya juga bukan ini,” ucap Wasis menirukan ucapan keluarga korban.
Setelah mengkorfirmasi hal tersebut ke RSUD Sidoarjo, ternyata jenazah tersebut memang tertukar. Petugas pemakaman kemudian dikirim ulang untuk membongkar makam tersebut. (rpp/vga) Editor : Vega Dwi Arista