Bahkan terekam dari hasil lembaga survei Indikator mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan agar pemimpin berpengalaman dalam dunia sepak bola tersebut menjadi kapten PSSI selanjutnya. Terkam dalam survei Indikator pada November 2022 lalu, sebanyak 24,1 persen masyarakat mendukung Erick Thohir menjadi Ketua PSSI periode 2023 – 2027.
Dukungan masyarakat kepada Erick Thohir ini jauh mengalahkan La Nyalla Mattalitti yang sudah mendaftar sebagai calon Ketua PSSI selanjutnya. Mantan Ketua PSSI periode 2015-2016 ini hanya menerima dukungan sebesar 2,1 persen.
Seperti diketahui La Nyalla Mattalitti merupakan Ketua PSSI periode 2015-2016 yang menjadi masa kelam dunia sepak bola Indonesia lantaran terjadi dualisme PSSI dan KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia) sebagai induk sepak bola Indonesia.
Saat itu liga sepakbola Indonesia pun menjadi dua yakni IPL (Indonesia Premier League) dan ISL (Indonesia Super League). FIFA kemudian menjatuhkan sanksi atas kepemimpinan La Nyalla Mattalitti sehingga merugikan dunia sepak bola Indonesia. Ia juga kemudian mendekam di penjara lantaran terbukti korupsi dana hibah Kadin.
Maka dari itu, masyarakat lebih menginginkan Erick Thohir menjadi Ketua PSSI selanjutnya. Seperti diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Bangka Belitung, Mintradjaya.
Ia menyatakan mendukung Erick Thohir menjadi ketua umum PSSI periode 2023-2027. Kapasitas Erick di dunia olahraga dinilai cocok untuk menakhodai PSSI.
"Kapasitas Erick Thohir yang pernah memiliki klub Inter Milan dan mengerti sepak bola menjadi salah satu alasan dia layak memimpin PSSI. Dia juga memiliki hubungan yang erat dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dan sponsor-sponsor, yang bisa membantu perkembangan sepak bola nasional," terang Mintradjaya.
Di samping itu, Lembaga independen Founder Football Institute menilai bursa calon ketua umum PSSI sudah mengerucut kepada sosok Erick Thohir.
"Meskipun nantinya akan ada calon lain, sepertinya hanya akan menjadi penggembira," terang Founder Football Institute, Budi Setiawan.
Perlu diketahui, Erick Thohir memiliki banyak pengalaman di dalam dunia sepak bola. Baik dalam negeri maupun luar negeri. Ia merupakan mantan pemilik klub sepak bola kelas dunia yakni Inter Milan FC dan D.C United.
Kini menteri terbaik dan andalan Presiden Jokowi ini masih memegang dua saham besar kepemilikan klub di dalam dan luar negeri. Ialah Oxford United yang telah diakuisisi Ercik Thohir dengan 51 persen total kepemilikan saham. Sedangkan di dalam negeri, Erick Thohir memiliki sebagian saham Persis Solo, Maret 2021 lalu.
Erick Thohir bergabung bersama Kaesang Pangarep dan Kevin Nugroho ketika memupuk Persis Solo di kasta kedua Indonesia. Dalam satu tahun, Laskar Sambernyawa mampu tembus Liga 1 dan menjadi juara Liga 2 2021.
Selain itu Erick Thohir juga aktor utama dalam upaya penyelamatan sepak bola Indonesia dari berbagai sanksi FIFA. Baik pada waktu terjadi pembukaan Liga Indonesia karena kepemimpinan La Nyalla Mattalitti dan tragedi Kanjuruhan yang belum lama ini terjadi. (rud/vga) Editor : Vega Dwi Arista