Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tantangan dan Peluang Guru Jaman Now

Vega Dwi Arista • Jumat, 25 November 2022 | 00:26 WIB
Syaiful Arifin, SS, M.Pd
Syaiful Arifin, SS, M.Pd
Oleh: Syaiful Arifin, SS, M.Pd

Sekretaris Dewan Pengasuh DAFI Pesantren Al-Quran Science, Sidoarjo

 

Menurut UU No 15 Tahun 2005, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam pengertian tersebut paling tidak ada tujuh macam tugas utama seorang guru. Yaitu, mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Mendidik

Saya coba mengunyah sederetan tugas guru dalam undang-undang tersebut. Banyak dan berat. Itu kesimpulan saya. Mendidik misalnya. Tugas ini saja sudah merupakan pekerjaan besar, berat dan serius. Sebab berkaitan dengan suatu proses yang rumit karena bermacam-macam unsur yang terkait dan banyaknya pihak terlibat.

Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Siapa yang paling bertanggung jawab dan berada di garda terdepan dalam mencapai tujuan mulia tersebut? Guru. Karena salah satu tugas utama guru adalah mendidik.

Mengajar

Selain mendidik, seorang guru juga mengajar. Proses mentrasfer ilmu dari guru kepada peserta didik itu tidak boleh asal. Harus ada acuan dan standarnya. Seorang guru harus memiliki empat kompetensi yang dengannya memungkinkan dia untuk menjadi tenaga pendidik yang professional. Yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, professional, dan kompetensi sosial.

Tantangan Guru Jaman Now

Tantangan yang harus dihadapi seorang guru tidak pernah berkurang. Seiring perkembangan zaman, semakin banyak pula tantangan yang menghadang. Terutama di era digital ini, tantangan guru makin beragam, internal dan eksternal. Tantangan internal berupa kesiapan sang guru dalam mengemban amanah dengan tujuh tugas utamanya.

Paling tidak ada tiga tantangan internal yang harus dihadapi oleh seorang guru. Pertama, manajemen waktu. Kedua, kondisi ekonomi keluarga. Ketiga, ketuntasan diri.

Sedangkan tantangan eksternal yang harus dihadapi oleh seorang bersumber paling tidak dari tiga pihak. Yaitu peserta didik, orang tua/wali murid dan lingkungan. Pertama, peserta didik. Peserta didik usia dini saat ini bisa dikatakan sebagai native technology. Artinya mereka sejak lahir sudah dikenalkan oleh lingkungannya dengan teknologi. Sehingga peserta didik di era digital ini umumnya sangat kritis.

Kedua, dari orang tua. Orang tua anak-anak usia dini zaman sekarang rata-rata termasuk generasi milenial. Dengan kemahiran menggunakan internet, memungkinkan seorang guru berkomunikasi secara langsung dengan orang tua murid untuk memberikan informasi terkini perkembangan anaknya di sekolah. Sisi negatifnya, orang tua yang kurang bijak menggunakan internet akan terlalaikan dengan berbagai kemudahan yang diperoleh melalui internet.

Ketiga, lingkungan. Lingkungan yang dimaksud di sini adalah tempat dimana peserta didik berada setelah pulang dari sekolah. Dengan kata lain rumah dan sekitarnya. Lingkungan rumah dan sekitarnya saat ini, terutama di perkotaan, tidak menyediakan tempat bermain yang cukup untuk tumbuh kembang anak-anak usia dini. Ini mengakibatkan interaksi sosial mereka dengan teman-temannya berkurang.

Peluang

Tantangan-tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh guru memang sangat banyak. Di sisi lain, peluang juga sangat terbuka buat mereka, peluang untuk berprestasi dan berkaya besar di era teknologi. Peluang itu berasal paling tidak dari dua sumber, teknologi informasi dan kurikulum.

Dua sumber peluang ini dapat dimanfaatkan oleh seorang guru bukan tanpa syarat dan ketentuan yang berlaku. Syarat dan ketentuan umumnya adalah sang guru mau bersungguh-sungguh untuk belajar sepanjang hayat. Jika tidak, maka peluang emas tersebut akan lewat begitu saja.

Guru Indoesiaku

Alhamdulillah, guru-guru di Indonesia sudah memiliki acuan dalam menjalankan amanahnya yaitu Profil Pelajar Pancasila. Salah satu dimensi dari enam dimensi Profil Pelajar Pancasila adalah Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia. Wahai guru-guru Indonesia, sebelum menguatkan lima dimensi yang lain, dimensi yang pertama inilah yang harus Anda kuatkan terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda sendiri sebagai guru akan kuat lahir batin, para peserta didik pun akan ikut kuat, semua masalah akan teratasi, dan pada akhirnya, bangsa kita juga akan kuat dan hebat, setara dengan bangsa-bangsa hebat yang lain sebagaimana yang diinginkan para founding fathers kita. Amiin. Selamat Hari Guru. (*) Editor : Vega Dwi Arista
#Opini #Tantangan #Pendidik