SIDOARJO - Warga Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, dan Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, kini mendapatkan kemudahan baru dalam perjalanan mereka. Hal itu karena adanya jembatan apung yang diresmikan Rabu (14/6). Sebelumnya, warga harus melakukan perjalanan sekitar tiga kilometer ke arah timur menuju jembatan atau menggunakan perahu tambang untuk menyeberangi sungai.
Ketua Bumdes Kidang Kencono Desa Sumberame Ahmad Zainuri mengungkapkan bahwa jembatan ini memiliki lebar 2,5 meter dan panjang 45 meter. Proses pembangunannya membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. Pihaknya menggunakan 80 drum plastik dan kayu Mahoni.
Dia menceritakan, awalnya di lokasi tersebut merupakan dermaga perahu tambang. Warga biasa memanfaatkan perahu tambah untuk perjalanan mereka. Tarif yang dikenakan untuk melintasi jembatan apung ini sebesar Rp 2 ribu untuk sepeda motor. Namun pada April 2017 lalu terjadi tragedi di sungai pecahan Kali Brantas tersebut. Saat itu, 12 penyeberang perahu tambang tenggelam karena arus yang deras. Tujuh di antaranya meninggal dunia.
Nah, pembangunan jembatan apung ini diharapkan bisa memudahkan warga dua desa di dua kabupaten. “Kini mereka bisa lebih cepat dan lebih aman dalam perjalanan,” ungkapnya.
Ahmad Zainuri menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan hasil kerjasama antara Bumdes yang dipimpinnya dengan Pemdes Bogempinggir serta pihak ketiga sebagai pelaksana. Meskipun begitu, Ahmad Zainuri tidak berniat menghentikan operasional perahu tambang di sekitar lokasi. “Justru sebaliknya, jam operasional mereka kan terbatas, sedangkan operasional di sini 24 jam nonstop. Mereka juga kami pekerjakan di sini,” terangnya.
Selain itu, Ahmad Zainuri juga mengizinkan warga sekitar untuk membuka warung di sekitar dermaga jembatan apung ini. Sebagai upaya menciptakan peluang usaha bagi warga sekitar.
Kepala Desa Bogempinggir Sutikno menyampaikan bahwa banyak warga desanya yang bekerja di pabrik di Kecamatan Wringinanom. “Tentu jembatan ini sangat membantu. Kini mereka tidak perlu khawatir saat menyeberangi sungai menuju tempat kerja dan pulang,” imbuhnya
Meneurut dia, dengan jembatan apung yang dapat menyesuaikan ketinggian arus sungai, warga yang melintas menjadi lebih aman. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista