RADAR SIDOARJO - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Sidoarjo terpaksa ditunda. Hal ini terjadi karena dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyuplai utama makanan mengalami kendala teknis berupa kebocoran gas.
Hingga Rabu (27/8), belum ada satu pun paket MBG yang diterima pihak sekolah. Padahal, program tersebut seharusnya mulai berjalan sejak Senin (25/8).
Wakil Kepala SMAN 2 Sidoarjo Bidang Humas, Maftuha, menjelaskan pihaknya sudah mengimbau siswa untuk tidak membawa bekal dari rumah karena mendapat informasi program MBG segera dimulai. Namun, di hari pertama pelaksanaan, kabar mendadak menyebutkan distribusi dibatalkan.
“Kami sudah mengimbau siswa agar tidak membawa bekal karena informasinya MBG mulai berjalan. Tapi setelah upacara baru kami terima kabar kalau MBG batal,” ujarnya.
Menurut Maftuha, pembatalan distribusi disebabkan musibah yang dialami dapur SPPG. Dari informasi yang diterima, kendala itu terkait dengan permasalahan gas.
“Distribusi tidak bisa dilakukan karena ada masalah teknis di dapur. Kalau tidak salah, terkait kebocoran gas,” jelasnya.
Akibat kondisi ini, sekitar 1.300 siswa SMAN 2 Sidoarjo tidak mendapatkan konsumsi sesuai jadwal. Pihak sekolah akhirnya harus mencari solusi darurat dengan menyiapkan katering mandiri.
“Biaya katering kami ambil dari dana sekolah. Kami juga belum tahu apakah nantinya bisa diklaim atau tidak,” ungkapnya.
Meski mengalami kendala, pihak sekolah tetap memberikan dukungan penuh terhadap program MBG. Menurut Maftuha, program tersebut sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya untuk mendukung gizi dan konsentrasi belajar.
Pihak SPPG sendiri telah mendatangi sekolah untuk memberikan klarifikasi. Mereka menyatakan distribusi makanan untuk program MBG di SMAN 2 Sidoarjo ditunda sampai ada kepastian waktu.
“Kami juga sudah sampaikan ke siswa agar kembali membawa bekal sendiri sampai ada informasi resmi dari pihak SPPG,” tambah Maftuha.
Tidak hanya SMAN 2 Sidoarjo, setidaknya ada enam sekolah lain yang juga seharusnya mendapat suplai makanan dari dapur SPPG. Namun, distribusi di sekolah-sekolah tersebut ikut terhambat akibat permasalahan serupa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dapur SPPG yang berlokasi di Perumahan Taman Pinang Indah, Kelurahan Lemahputro, tampak tutup. Bahkan, papan nama dapur tersebut sudah tidak terlihat di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait kapan distribusi MBG akan kembali berjalan normal. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista