Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tak Capai Target di Porprov, KONI Sidoarjo Kena Tegur DPRD

M Saiful Rohman • Selasa, 15 Juli 2025 | 01:50 WIB

 

GAGAL: Suasana rapat evaluasi hasil Porprov antara Komisi D DPRD Sidoarjo dan pengurus KONI Sidoarjo. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
GAGAL: Suasana rapat evaluasi hasil Porprov antara Komisi D DPRD Sidoarjo dan pengurus KONI Sidoarjo. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

RADAR SIDOARJO - Kontingen Sidoarjo gagal memenuhi target sebagai runner-up dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025. Hasil ini menjadi catatan penting bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo yang sebelumnya optimistis dapat mempertahankan posisi dua besar.

Dalam klasemen akhir, Sidoarjo harus puas di peringkat ketiga. Padahal, pada Porprov 2023 ketika menjadi tuan rumah, Sidoarjo berhasil finis di posisi kedua.

Tahun ini, Sidoarjo mengoleksi 90 medali emas, 87 perak, dan 119 perunggu, dengan total poin 653. Poin tersebut terpaut cukup jauh dari peringkat kedua, Kota Malang, yang meraih 121 emas dan total 806 poin.

Sementara itu, Kota Surabaya tampil dominan dan keluar sebagai juara umum dengan 198 emas dan total poin 1.196.

Menanggapi hasil tersebut, Ketua KONI Sidoarjo, Imam Mukri, menolak jika capaian kontingen disebut sebagai kegagalan. Ia menekankan bahwa seluruh medali yang diraih merupakan hasil perjuangan para atlet secara fair dan tanpa rekayasa.

“Kalau soal peringkat memang turun, tapi kami bangga karena semua medali diraih secara jujur,” ujarnya dalam rapat evaluasi bersama Komisi D DPRD Sidoarjo, Senin (14/7).

Imam menilai semangat sportivitas jauh lebih penting daripada sekadar mengejar posisi di klasemen. Karena itu, ia meminta semua pihak tetap mengapresiasi perjuangan para atlet.

“Jangan hanya dilihat dari peringkat, tapi lihat bagaimana perjuangan mereka bertanding secara sportif,” tambahnya.

Namun, pernyataan tersebut tak menyurutkan kritik dari DPRD. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, menilai turunnya peringkat merupakan bentuk lemahnya manajemen KONI dalam mengelola kontingen.

“Ini bukan kegagalan atlet, tapi kegagalan KONI sebagai koordinator olahraga,” tegasnya.

Dhamroni juga membandingkan dengan Porprov sebelumnya. Pada 2023, Sidoarjo menurunkan 1.004 atlet dari 53 cabang olahraga dan berhasil meraih posisi runner-up. Sedangkan tahun ini, jumlah atlet meningkat menjadi 1.322 dari 67 cabang olahraga, namun hasilnya justru menurun.

“Tahun ini jumlah atlet dan cabor meningkat, tapi justru gagal naik ke podium dua besar sesuai target,” tandasnya.

Evaluasi tersebut diharapkan menjadi titik balik untuk pembenahan manajemen dan strategi KONI ke depan, agar Sidoarjo bisa kembali bersaing di papan atas olahraga Jawa Timur. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Porprov #Komisi D #koni #DPRD #Jatim