SIDOARJO - Itikaf merupakan aktivitas yang dilakukan umat Islam dengan cara menetap di dalam masjid selama beberapa waktu tertentu. Dengan tujuan untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dikutip dari muhammadiyah.or.id, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan itikaf yang sah.
Yaitu beragama Islam, sudah baligh (dewasa), dilaksanakan di masjid, memiliki niat itikaf, dan tidak sedang dalam keadaan haid atau nifas bagi perempuan.
Dasar pelaksanaan itikaf terdapat dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 187 yang menjelaskan tentang larangan berhubungan suami istri bagi orang yang sedang itikaf di dalam masjid.
Selain itu, terdapat Hadis Riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW rutin melaksanakan itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sejak beliau hijrah ke Madinah hingga wafat. Istrinya pun meneruskan tradisi tersebut setelah beliau wafat.
Para ulama sepakat bahwa orang yang sedang itikaf pada dasarnya tidak diperbolehkan keluar masjid. Namun ada beberapa pengecualian yang diperbolehkan.
Selain itu, selama melaksanakan itikaf, diperbolehkan melakukan berbagai ibadah.
Berikut adalah beberapa ibadah yang bisa dilakukan saat Itikaf:
1. Menetap di Masjid
Para ulama fikih pun telah sepakat bahwa orang yang melaksanakan itikaf harus diam di masjid. Hal ini juga merupakan salah satu rukun itikaf.
2. Banyak salat dan zikir
Perbanyak salat dan zikir selama itikaf. Umat Islam juga disarankan membaca selawat kepada Nabi dan terus beristigfar selama menjalankan itikaf.
3. Membaca Alquran
Umat Islam juga disarankan memperbanyak membaca Alquran beserta tafsirnya selama menjalankan itikaf. Renungkan semua kisah nabi dan juga hadis serta cerita orang-orang saleh untuk pembelajaran hidup. (nis)
Editor : Annisa Firdausi