SIDOARJO - Memasuki musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan bahwa suhu udara akan meningkat. Mencapai kisaran 25 hingga 34 derajat celcius. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menimbulkan masalah serius bagi pasokan air di Perumda Delta Tirta.
Direktur Utama Perumda Delta Tirta Dwi Hary Soeryadi memperkirakan bahwa debit air sungai kemungkinan akan turun signifikan akibat musim kemarau. Apalagi jika ada ancaman kemarau panjang. Situasi ini dapat menyebabkan kekeringan di beberapa sumber air. “Bisa mengancam pasokan air bersih bagi pelanggan,” katanya.
Dwi menjelaskan, memang tidak semua wilayah berpotensi terjadi kekeringan dari bahan baku air. Salah satu wilayah yang kerap terjadi kekeringan adalah di IPA Tawangsari, Kecamatan Taman. Debit air bisa mengecil bahkan sampai tidak keluar sama sekali.
Menyikapi ancaman ini, Dwi mengaku pihaknya telah menyiapkan layanan truk tangki air sebagai upaya menghadapi kemungkinan kekurangan pasokan air. Mekanismenya pun dirancang dengan mudah agar warga yang mengalami kesulitan mengakses air bersih dapat berkoordinasi dengan desa masing-masing untuk mengajukan permohonan bantuan air bersih.
Dwi menyadari betapa pentingnya pasokan air bersih bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Terutama dalam situasi kemarau. “Oleh karena itu, kami siap memberikan bantuan seoptimal mungkin dengan menggunakan truk tangki air,” ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara efisien dan menghindari pemborosan. Serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko terjadinya kekeringan yang lebih parah.
Menurut dia, kondisi cuaca panas yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan memerlukan kerjasama dan kesadaran dari seluruh warga setempat untuk menjaga pasokan air bersih. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista