Tuntutan jaminan kompetensi kerja terus meningkat sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dunia industri. Pelatihan jadi salah satu upaya agar bisa mencetak tenaga kerja andal.
Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo
Rhiska Anindyta sudah duduk di bangku ruang ujian sejak pukul 07.00, Rabu (9/3). Sambil menunggu pelaksanaan ujian, sesekali sarjana Akuntansi itu berbincang dengan peserta yang duduk di depannya. Di dalam ruangan yang didominasi cat berwarna cream itu, selain Rhiska ada 15 orang lain yang juga menjadi peserta ujian.
Mereka adalah peserta kelas bisnis manajemen, program customer services di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo.
Dari penuturannya, dia merasa sangat siap menghadapi ujian kemarin. Ia mengaku telah memahami benar ilmu yang dipelajari selama satu bulan di kelas tersebut. Seperti tata cara menghadapi pelanggan dan berbicara dengan pelanggan melalui sambungan telepon.
Usai ujian, dinyatakan lulus adalah harapan terbesarnya. Warga Kecamatan Candi itu berkeinginan, selepas dari pelatihan ini dirinya ingin mendapatkan peluang kerja yang lebih baik.
"Bekal kemampuan sudah tambah. Yang pasti ingin dapat kerja secepatnya," kata alumnus universitas swasta di Sidoarjo itu.
Berdasarkan pengalamannya, selama pandemi Covid-19 ini mencari pekerjaan lebih sulit dari biasanya. Saat lulus kuliah 2019 lalu, ia sempat merasakan bekerja sebagai customer service online.
"Tidak lama kemudian, berhenti karena pandemi," ungkapnya.
Setelah enam bulan tidak bekerja, Rhiska mencari info pelatihan yang diadakan BPVP melalui media sosial. Persyaratan dan tahapan ia jalani. Usahanya itu ternyata membuahkan hasil dengan diterimanya sebagai salah satu peserta pelatihan kejuruan bisnis manajemen. Januari lalu, ia mulai ikut pelatihan disana.
"Ilmunya sangat bermanfaat," imbuhnya.
Kepala BPVP Sidoarjo Muhammad Aiza Akbar mengatakan, uji kompetensi ini merupakan salah satu metode untuk menguji bahwa setiap peserta pelatihan di BPVP memang mampu mengaplikasikan skillnya sesuai standar. Sehingga skill dan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun dunia industri.
Peserta yang lulus uji sertifikasi ini, katanya, akan diberikan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pada kesempatan uji kompetensi dan sertifikasi kali ini, siswa mampu membuktikan bahwa dia memahami dan dapat mengaplikasikan pengetahuan dan skillnya dalam bidang customer services yang andal, adaptif, dan mampu bertindak profesional.
"Kemampuannya akan dapat langsung diaplikasikan di perusahaan tempat bekerja," jelasnya.
Dimana sebelumnya BPVP bernama BLK mempersiapkan calon tenaga kerja terlatih. Artinya, peserta pelatihan harus mampu membuktikan keahliannya. (*/vga)
Editor : Vega Dwi Arista