Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rumah Reyot Milik Warga Kemiri Sidoarjo Ambruk, Berharap Ada Bantuan Kursi Roda

M
Penulis: M Saiful Rohman❯

 


Advertisement

PRIHATIN: Kondisi Khuzaimah saat ditemui di kediamannya. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
PRIHATIN: Kondisi Khuzaimah saat ditemui di kediamannya. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Tak ada orang yang ingin tinggal di rumah tak layak huni. Siapapun pasti ingin tinggal di rumah aman dan nyaman. Namun apa dikata takdir mengarah di jalan yang berbeda.

Hal itu dirasakan oleh salah satu warga Desa Kemiri RT 8/RW 3 Kecamatan Sidoarjo, Khuzaimah. Perempuan paro baya berusia 73 tahun itu tinggal di rumah reyot. Bangunan rumahnya berdiri di atas bantaran kali dan menempel tepat dengan tembok pabrik.

Advertisement

Nahasnya, Selasa, (9/1) kemarin, tembok pabrik tersebut roboh menghantam separo tempat tinggalnya. Akibatnya ia membuat gubuk sementara berukuran 2,5 meter dengan atas dari terpal untuk tidur.

Khuzaimah merupakan warga Desa Kemiri RT 8/RW 3 Kecamatan Sidoarjo. Disana ia tinggal bersama kedua cucunya yang masih anak-anak.

"Untuk sementara saya tinggal di gubuk kotak ini, lantaran rumah yang saya tempati yang nempel di dinding sebuah gudang itu roboh," ucapnya.

Advertisement

Dinding tembok pabrik tersebut roboh akibat angin kencang yang terjadi di Sidoarjo. Untung saja dirinya masih selamat dari kejadian tersebut.

Khuzaimah hidup sendiri, kebutuhan sehari-hari ia mengandalkan hasil dari bekerja sebagai pemulung. Setiap hari tugasnya mengambil sampah dari warga sekitar dengan upah sebesar Rp 15 ribu per rumah.

Sampah yang diambil tersebut ia bakar ditempat pembakaran miliknya. Ia mengaku setiap bulan rata-rata mendapatkan uang sebesar Rp 1,2 juta.

Akan tetapi cerobong tempat pembakaran miliknya kini telah rusak akibat tertimpa tembok pabrik yang roboh. Meski begitu ia tetap mencari nafkah untuk melanjutkan hidup.

"Sampah yang tidak bisa menghasilkan uang saya bakar, tapi cerobong tempat pembakarannya saat ini roboh akibat tembok yang roboh ," jelasnya.

Dia yang tidak bisa jalan hanya mengandalkan kursi roda terus berusaha mencari nafkah dari hasil mulung. Ia juga kerap kali mendapatkan bantuan dari masyarakat sekitar.

Khuzaimah mengaku telah menempati rumah reyot tersebut selama 20 tahun lebih. Dulunya ia tinggal di daerah Pucang, Sidoarjo Kota.

Sebenarnya ia mempunyai rumah di Kemiri, akan tetapi dipasrahkan kepada anak-anaknya dan ia tak mau merepotkannya. Rumah semi permanen itu berukuran lebar 2,5 meter dengan panjang sekitar 6 meter.

"Awalnya bikin rumah dengan ukuran lebar 2 meter dan panjang 2,5 meter dengan atap asbes, dindingnya dari triplek, dahulu rumah ini sempat disuruh bongkar sama beberapa warga," terangnya.

"Kami berharap ada yang bantu saya, terutama kursi roda, karena kursi roda yang saya miliki sudah rusak," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 8/RW 3 Desa Kemiri, Rokhim membenarkan jika Khuzaimah sesang sakit kaki yang tidak bisa jalan. Namun dia berusaha mencari nafkah sendiri, tidak mau bergantung kepada orang lain.

"Orangnya gigih meski ada keterbatasan, dia tetap berusaha bekerja, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya. (sai/vga)

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

Bangunan Liar di Frontage Road Gedangan Sidoarjo Dibongkar Satpol PP

Bangunan Liar di Frontage Road Gedangan Sidoarjo Dibongkar Satpol PP

Penertiban bangunan liar di sepanjang Frontage Road (FR) Sidoarjo terus berlanjut. Setelah membongkar delapan bangunan liar (bangli) di segmen Waru pekan lalu, Satpol PP Sidoarjo kini menyasar segmen Gedangan.

Bupati Sidoarjo Subandi Sidak Pembongkaran Rumah Dinas KAI

Bupati Sidoarjo Subandi Sidak Pembongkaran Rumah Dinas KAI

Proyek lanjutan Frontage Road (FR) di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, terus berjalan. Bangunan rumah dinas milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang selama ini menjadi kendala pembangunan mulai dibongkar.

Empat Warung di Tambak Oso Waru Sidoarjo Terbakar

Empat Warung di Tambak Oso Waru Sidoarjo Terbakar

Kebakaran melanda empat warung tempat usaha di kawasan RT 07/RW 02, Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (13/9) pagi. Kobaran api membuat sejumlah bangunan warung terbakar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer