Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fathia Fairuza, Anak Muda Sidoarjo Wakili Indonesia di Markas PBB

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯
KREATIF: Joglo yang terbuat dari limbah kontainer nampak seperti berbahan kayu dan cocok untuk selfi. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)
KREATIF: Joglo yang terbuat dari limbah kontainer nampak seperti berbahan kayu dan cocok untuk selfi. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)
Prestasi di Kancah Internasional

Salah satu anak muda berprestasi asal Sidoarjo, Fathia Fairuza menjadi perwakilan Indonesia di United Nations Economic and Social Council (ECOSOC) Youth Forum. Forum internasional itu diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat pada 25 hingga 27 April lalu.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Fathia memang telah mengikuti forum ECOSOC secara daring pada 2021. Dia kemudian berinisiatif untuk berpartisipasi kembali secara langsung dengan mengirimkan surel ke PBB. Wanita 24 tahun itu merupakan salah satu dari enam delegasi Indonesia di forum tersebut.

ECOSOC Youth Forum 2023 membahas peran anak muda untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Agenda 2030. Namun, Fathia fokus mendalami isu pendidikan.

Dalam forum tersebut, Fathia menyampaikan aspirasi anak muda Indonesia. Jumlah peserta lebih dari 500 orang yang merupakan perwakilan sekitar 200 negara. ''Sehingga tidak semua peserta mendapat kesempatan berbicara karena keterbatasan waktu,'' katanya.

UN ECOSOC Youth Forum 2023 merupakan forum kelima yang Fathia ikuti sejak memulai perkuliahannya di New York pada Agustus 2022. Fathia memiliki cita-cita untuk berada di forum PBB sejak bersekolah di SMAN 1 Sidoarjo. Dia bergabung dengan English Debate di sekolah dan kemudian mengikuti banyak lomba debat dan Model United Nations.

Fathia merasa perlu berada di lingkungan internasional untuk mengejar cita-citanya. Dia kemudian mencari dan mengikuti lomba debat di Singapura dan Malaysia serta mengikuti pertukaran pelajar di Spanyol saat SMA.

Hingga dia menjadi wisudawan terbaik saat S1 di jurusan Hubungan Internasional Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.

Menurutnya, berkuliah di luar negeri membuatnya terbiasa berinteraksi dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda-beda. ''Juga menjadi lebih terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Inggris setiap hari,'' imbuhnya.

Fathia berpendapat bahwa berada di PBB adalah hal yang sangat sulit dan dia harus bisa membedakan dirinya dengan kandidat-kandidat lain dari Indonesia. Pengalaman yang dimilikinya, seperti pertukaran pelajar ke Spanyol, ke Jepang, dan sekarang ke Amerika serta kemampuannya dalam empat bahasa, menjadi nilai tambah baginya jika ingin mendaftar ke PBB di masa depan. (*/vga)

Advertisement
Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista

Artikel Terkait

Layanan PBB di CFD Sidoarjo Disambut Antusias, Warga Merasa Lebih Praktis

Layanan PBB di CFD Sidoarjo Disambut Antusias, Warga Merasa Lebih Praktis

ehadiran layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang disediakan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-alun Sidoarjo

Bayar PBB di CFD Alun-Alun Sidoarjo Dapat Souvenir

Bayar PBB di CFD Alun-Alun Sidoarjo Dapat Souvenir

Booth pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) milik Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo buka di Car Free Day (CFD) alun-alun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer