Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada-Ada Saja Warga Waru, Pasang Cincin di Mr P, Nyangkut Tak Bisa Dilepas

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯
AREA SENSITIF: Tampak tim rescue BPBD Sidoarjo saat mengevakuasi cincin yang nyangkut di Mr P.
AREA SENSITIF: Tampak tim rescue BPBD Sidoarjo saat mengevakuasi cincin yang nyangkut di Mr P.
Evakuasi Butuh Waktu Lama

Tim Unit 3 Rescue BPBD Sidoarjo mendapat tandatangan baru, Minggu (21/8) sore. Mereka melakukan hal yang tidak seperti tugas biasanya. Yakni, mengevakuasi sebuah cincin yang terpasang di area batang Mr P, seorang pria di Kecamatan Waru.

LUKMAN ALFARISI, Wartawan Radar Sidoarjo

Peristiwa bermula saat korban sedang mandi. Saat itu Gagah (bukan nama sebenarnya) memasukkannya cicin ke alat kelaminnya. Cincinpun terpasang dengan sempurna. Dia pun lega dan senyum-senyum.

Namun, petaka justru malah datang setelahnya. Cincin warna silver tersebut tak bisa dilepas. Dia lalu kebingungan. Berbagai cara dilakukannya agar Mr P-nya kembali “normal”.

"Yang melapor itu bukan korban. Tapi salah satu keluarganya," ujar Kabid Pemadam dan Penyelamatan BPBD Sidoarjo, Nawari, Senin (22/8) kepada Radar Sidoarjo.

Petugas dari BPBD pun datang ke rumah Gagah. Proses evakuasi cincin tersebut juga tak mudah. Keringat bercucuran dari wajah Gagah. Begitu pula raut tegang terpancar dari petugas BPBD. “Jika salah motong cincin bisa gawat,” celoteh petugas BPBD.

Evakuasi juga membutuhkan waktu cukup lama. Yaitu sejak pukul 16.25 dan baru selesai sekitar pukul 17.50. Usai cincin terlepas dari Mr P-nya, Gagah pun lega. Dia sempat duduk terdiam merasakan ketegangan yang telah dilaluinya.

Nawari mengatakan, evakuasi cincin tersebut cukup berisiko. Petugas harus ekstra berhati-hati. Evakuasi cincin sejatinya sama dengan evakuasi pada umumnya. Termasuk alat-alat yang digunakan. Namun ada beberapa teknik yang sedikit berbeda. Misalnya menggunakan teknik pelemasan.

"Ya istilahnya ada pelemasan dahulu lah. Memang harus hati-hati dan telaten. Kalau enggak ya bisa kacau nantinya. Itu kan di daerah sensitif seoalnya," bebernya.

Meski begitu, Nawari meminta masyakat agar tak melakukan hal yang sama. Sebab hal tersebut dinilai sangat berbahaya. (*/vga)

 

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Sidoarjo Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Sidoarjo Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya risiko akibat perubahan cuaca.

Dua Kebakaran, Satu Korban Meninggal di Waru Sidoarjo

Dua Kebakaran, Satu Korban Meninggal di Waru Sidoarjo

Dua peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Kamis (10/9). Kebakaran pertama terjadi di Jalan Kolonel Sugiono, Desa Kureksari, Kecamatan Waru, dini hari dan menyebabkan seorang pria meninggal dunia.

Buaya Masuk Rumah Warga di Sukodono Sidoarjo

Buaya Masuk Rumah Warga di Sukodono Sidoarjo

Warga Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, dibuat resah dengan kemunculan seekor buaya di rumah warga. Keberadaan reptil tersebut dinilai membahayakan penghuni rumah maupun warga sekitar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer