Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sidoarjo Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi

D
Penulis: Diky Putra Sansiri❯
ANTISIPASI: Bupati Sidoarjo Subandi (dua dari kanan) bersama Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Condroputra saat meninjau kesiapan menghadapi bencana hidrometrologi di Alun-alun Sidoarjo.
ANTISIPASI: Bupati Sidoarjo Subandi (dua dari kanan) bersama Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Condroputra saat meninjau kesiapan menghadapi bencana hidrometrologi di Alun-alun Sidoarjo.

Advertisement

RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya risiko akibat perubahan cuaca.

Kesiapan personel, peralatan, hingga koordinasi lintas instansi menjadi perhatian utama untuk meminimalkan dampak bencana dan melindungi keselamatan masyarakat.

Advertisement

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sidoarjo Subandi saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Sidoarjo di Alun-alun Sidoarjo, Jumat (6/11). Apel diikuti personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta sejumlah instansi terkait.

Dalam kegiatan tersebut, Subandi didampingi Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Condroputra dan Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Arh Muhammad Ansyari. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Advertisement

Subandi menegaskan, kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini. Sebab, bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor dapat terjadi sewaktu-waktu. Seluruh unsur terkait pun diminta memastikan kesiapan masing-masing, termasuk sistem peringatan dini dan jalur komunikasi.

"Dalam kondisi darurat, kecepatan respons akan menentukan keselamatan jiwa manusia. Oleh karena itu, sistem peringatan dini (early warning system) serta jalur komunikasi harus dipastikan berfungsi 24 jam," tegas Subandi.

Menurut dia, penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas di lapangan. Diperlukan sinergi seluruh elemen masyarakat agar perlindungan dan pelayanan kepada warga dapat berjalan optimal, terutama saat situasi darurat.

Dia juga mengingatkan bahwa kesiapan menghadapi bencana tidak cukup hanya dilihat dari jumlah personel yang disiagakan. Ketersediaan peralatan, efektivitas koordinasi, serta kecepatan petugas dalam merespons laporan masyarakat juga menjadi faktor penting.

Selain itu, Subandi berpesan kepada seluruh personel, relawan, dan aparatur yang bertugas agar menjaga kesehatan serta mengutamakan keselamatan diri dan tim selama menjalankan misi kemanusiaan.

Dia berharap seluruh petugas mampu memberikan pelayanan secara cepat, tanggap, dan humanis kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Dengan kesiapan personel, dukungan peralatan, serta koordinasi lintas instansi yang kuat, risiko dan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat ditekan. (sur/vga)

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

Inisiatif Gerindra, Empat Parpol Sepakat Kawal Visi-Misi Bupati dan Wabup Sidoarjo

Inisiatif Gerindra, Empat Parpol Sepakat Kawal Visi-Misi Bupati dan Wabup Sidoarjo

Empat partai politik di Kabupaten Sidoarjo sepakat memperkuat komunikasi dan bersinergi mengawal visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo dalam mewujudkan Sidoarjo Baik.

Bupati Subandi: Bukan Sekadar Penonton, Pemuda Sidoarjo Harus Ciptakan Inovasi

Bupati Subandi: Bukan Sekadar Penonton, Pemuda Sidoarjo Harus Ciptakan Inovasi

Pemuda Sidoarjo ditantang tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan persaingan global. Generasi muda harus tampil sebagai motor penggerak pembangunan, melahirkan inovasi, serta menjadi

Bupati Sidoarjo Salurkan Santunan, Ahli Waris Kades Tropodo Waru Terima Tiga Manfaat BPJS

Bupati Sidoarjo Salurkan Santunan, Ahli Waris Kades Tropodo Waru Terima Tiga Manfaat BPJS

Keluarga almarhum Kepala Desa (Kades) Tropodo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Moch Kusaini, menerima santunan BPJS Ketenagakerjaan dengan total Rp 46.386.497 setelah yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer