Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program One Pesantren One Product, Berharap Lahirkan Banyak Santri-preneur

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯
DISKUSI: Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (kiri) saat berbincang tentang program OPOP.
DISKUSI: Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (kiri) saat berbincang tentang program OPOP.
Galakkan Program One Pesantren One Product

Upaya untuk melahirkan santri wirausaha atau santri-preneur terus dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan memotivasi dan mengasah skill wirausaha. Pemerintah menyiapkan program One Pesantren One Product (OPOP) untuk mendukung upaya tersebut.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mendukung penuh program itu. Dia juga telah bertemu dengan Sekjen Opop Jatim Gus Ghofirin dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Dr Andromeda Qomariah di Pendapa Delta Wibawa.

Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor tersebut terlihat sangat antusias membahas program untuk kalangan pondok pesantren di Sidoarjo.

Dia menyebutkan, Pemkab Sidoarjo akan mendukung penuh ponpes di Kota Delta untuk bisa menjadi anggota Opop.
Bupati juga bakal mengeluarkan SK dan membentuk tim pengurus Opop di Sidoarjo untuk mengawal penuh program tersebut.

Bahkan, Gus Muhdlor juga memerintahkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo agar melakukan pendampingan bagi ponpes yang belum memiliki koperasi. ''Kami siap membantu agar terwujud,'' katanya.
Gus Muhdlor yakin bakal banyak yang terbentuk. Apalagi, Opop juga sejalan dengan salah satu program prioritasnya, yakni UMKM Naik Kelas. ''OPOP selain memberikan manfaat bagi ponpes juga bagi masyarakat luas,'' imbuhnya.

Sementara Sekjen Opop Jatim, Gus Ghofirin mengungkapkan bahwa kepengurusan Opop Jawa Timur diketuai oleh Sekda Provinsi Jatim. Ada lima bidang di dalamnya, yakni Bidang Perencanaan, Bidang Santri Preneur, Pesantren Preneur kemudian Sosio Preneur. Selain itu juga ada Bidang Logistik dan Marketing Komunikasi.

Dia menjelaskan, Opop merupakan program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren dengan melalui pemberdayaan santri dan pemberdayaan alumni pesantren. Pemberdayaan melalui Opop memunculkan tiga pilar pokok. Yaitu santri-preneur, pesantren-preneur dan sosio-preneur. '

'Program ini intinya disasarkan pada ponpes. Setiap ponpes diharapkan bisa memiliki satu unit bisnis yang unggul dan berkualitas,'' ujarnya.

Sejak 2019, terhitung sudah ada 28 ponpes di Sidoarjo yang ikut program itu. Dari 28 ponpes tersebut, terdata ada 13 ponpes yang telah memiliki koperasi pesantren. (*/vga)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

205 Gerai KDMP di Sidoarjo Rampung Dibangun, Ini Perkembangannya

205 Gerai KDMP di Sidoarjo Rampung Dibangun, Ini Perkembangannya

Pembangunan 346 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sidoarjo terus dikebut. Namun, pemerintah desa dan kelurahan diminta tidak hanya mengawal penyelesaian bangunan.

Petani Sidoarjo Rasakan Kemudahan Tebus Pupuk di Koperasi Merah Putih, Harga Sesuai HET

Petani Sidoarjo Rasakan Kemudahan Tebus Pupuk di Koperasi Merah Putih, Harga Sesuai HET

Petani di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, mengaku lebih mudah mendapatkan pupuk karena lokasi penebusan lebih dekat, proses pelayanan cepat, dan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Tiga Menteri Tinjau KDMP Tambakrejo Sidoarjo, Bansos hingga Pupuk Subsidi Dipusatkan di Koperasi

Tiga Menteri Tinjau KDMP Tambakrejo Sidoarjo, Bansos hingga Pupuk Subsidi Dipusatkan di Koperasi

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) disiapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Tak sekadar menyediakan kebutuhan pokok, koperasi ini juga bakal menjadi pusat penyaluran barang bersubsidi, bantuan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer