ISPA Melonjak, 4.880 Kasus Tercatat di Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 12:27 WIB
WASPADA: Ilustrasi penyakit ISPA di Sidoarjo melonjak. (AI/RADAR SIDOARJO)
WASPADA: Ilustrasi penyakit ISPA di Sidoarjo melonjak. (AI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Hingga minggu ke-36, tercatat 4.880 kasus ISPA berdasarkan sistem surveilans Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo. Terlebih, di tengah meningkatnya temuan influenza, muncul kekhawatiran terkait penyebaran influenza A.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026, Dinkes Sidoarjo Ingatkan Penularan ISPA hingga Demam Berdarah

Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, saat ini memang terdapat peningkatan temuan influenza. 

Namun, hingga kini belum ada laporan khusus mengenai virus influenza tipe A yang masuk melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Baca Juga: Desa Tropodo Catatkan Kasus ISPA Tertinggi di Krian Sidoarjo

“Belum ada laporan khusus virus influenza tipe A dari SKDR,” ujar Lakhsmie, Minggu (27/9).

Menurutnya, virus influenza memiliki berbagai subtipe dan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Karena itu, pemantauan terhadap perkembangan kasus dan pola penularannya tetap dilakukan.

Baca Juga: Ratusan Ribu Warga Sidoarjo Menderita ISPA, Paling Banyak di Krian

Berdasarkan data surveilans Kemenkes, lanjut Lakhsmie, tingkat aktivitas influenza secara nasional masih berada dalam kategori rendah. Situasi tersebut juga masih dinilai terkendali.

Sementara di Sidoarjo, data SKDR Kemenkes menunjukkan peningkatan kasus ISPA sejak minggu ke-29. Hingga minggu ke-36, jumlah kasus yang tercatat mencapai 4.880 kasus.

Baca Juga: Ratusan Warga Krian Sidoarjo Derita Penyakit ISPA

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Sidoarjo telah mengeluarkan surat kewaspadaan kasus influenza kepada seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Sidoarjo.

“Pemerintah bersama fasilitas pelayanan kesehatan terus melakukan pemantauan sehingga apabila terdapat perubahan pola penularan maupun tingkat keparahan dapat segera direspons,” jelasnya.

Lakhsmie mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Masyarakat yang sedang sakit juga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang semakin berat.

“Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika sedang sakit serta segera memeriksakan diri apabila gejala memberat,” tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
ispa Pernapasan kasus Dinkes Kesehatan