RADAR SIDOARJO - Kesempatan menghadapi klub Premier League Inggris Aston Villa menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi dua pemain Deltras FC Sidoarjo, Marsel Yusuf Usemahu dan Muhammad Idris.
Di tengah pemusatan latihan Deltras FC di Batu, Malang, keduanya secara mendadak mendapat panggilan untuk memperkuat Indonesia All Star dalam laga persahabatan internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (1/8) malam.
Baca Juga: Deltras FC Sidoarjo Gelar Pemusatan Latihan di Batu
Meski Indonesia All Star harus mengakui keunggulan Aston Villa dengan skor 1-3, pengalaman menghadapi tim besutan Unai Emery itu menjadi modal berharga bagi kedua pemain The Lobster menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Baca Juga: Deltras FC Sidoarjo Mulai Coret Pemain Trial
Aston Villa membuka keunggulan cepat melalui Emiliano Buendia pada menit ketiga. Ross Barkley kemudian menggandakan keunggulan tim tamu menjelang turun minum. Brian Madjo menambah gol ketiga pada menit ke-58 sebelum Arkhan Kaka memperkecil ketertinggalan Indonesia All Star pada menit ke-83.
Baca Juga: Presiden Baru Deltras Sidoarjo Bidik Jadi Klub Profesional dan Mandiri Finansial
Bagi Marsel Yusuf Usemahu, panggilan memperkuat Indonesia All Star merupakan momen yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Bek berusia 29 tahun itu mengaku bangga mendapat kesempatan berhadapan langsung dengan salah satu klub papan atas Liga Inggris.
Baca Juga: Presiden Baru Deltras Sidoarjo Bidik Jadi Klub Profesional dan Mandiri Finansial
"Awalnya tidak menyangka bisa dipanggil, tapi ini jadi kebanggaan juga buat saya bisa bermain dengan tim besar Liga Premier Inggris," ujar Marsel, Minggu (2/8).
Menurutnya, dirinya telah mempersiapkan mental untuk memberikan penampilan terbaik saat dipercaya mengenakan jersey Indonesia All Star.
Baca Juga: Leo Tupamahu Mulai Seleksi Skuad Deltras FC Sidoarjo
"Saya secara pribadi sudah siap dan berusaha memberikan penampilan terbaik di lapangan. Kesempatan seperti ini tentu sangat berarti bagi perjalanan karir saya," katanya.
Hal senada disampaikan Muhammad Idris. Gelandang asal Kabupaten Jember itu mengaku panggilan menuju Indonesia All Star datang secara mendadak saat dirinya bersama Deltras FC sedang menjalani Training Camp (TC) di Kota Batu.
"Tidak ada persiapan sama sekali. Karena kita awalnya tim TC, tiba-tiba ada panggilan disuruh berangkat ke Jakarta untuk Indonesia All Star lawan Aston Villa ini. Ya bagaimanapun, kita harus siap," ungkap pemain berusia 27 tahun tersebut.
Meski persiapannya singkat, Idris menilai kesempatan menghadapi pemain-pemain Aston Villa menjadi pengalaman yang tidak ternilai.
Ia menyebut laga tersebut menjadi sarana menambah jam terbang sekaligus mengukur kemampuan diri di level internasional.
"Ini menjadi ajang evaluasi diri. Kami bisa belajar banyak dari pemain-pemain Eropa, melihat kekurangan kami, lalu memperbaikinya untuk menghadapi kompetisi yang akan datang," tuturnya.
Idris juga menegaskan bahwa pengalaman bertanding melawan klub dengan kualitas tinggi akan membantu meningkatkan mental bertanding para pemain lokal.
"Pengalaman menghadapi pemain-pemain level Eropa tentu menjadi bekal yang sangat berharga. Kami berharap bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan membawa pelajaran itu untuk perkembangan karier ke depan," imbuhnya.
Laga Indonesia All Star kontra Aston Villa tak hanya menjadi tontonan menarik bagi pencinta sepak bola nasional. Bagi Marsel Yusuf Usemahu dan Muhammad Idris, pertandingan tersebut menjadi panggung penting untuk membuktikan kualitas pemain lokal sekaligus menambah pengalaman internasasional sebelum kembali memperkuat Deltras FC mengarungi Liga 2 musim ini. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo