RADAR SIDOARJO – Cedera parah yang memaksanya menepi dari lapangan justru membuka jalan baru bagi Hariono. Mantan gelandang tangguh Timnas Indonesia itu kini resmi bergabung dalam jajaran staf kepelatihan Deltras FC Sidoarjo sebagai asisten pelatih.
Ini menjadi pengalaman pertama bagi pria asal Sukodono tersebut meniti karier di dunia kepelatihan, setelah sebelumnya dikenal sebagai gelandang pekerja keras di lini tengah.
Baca Juga: Pelatih Deltras Sidoarjo: Harus Bangkit saat Hadapi Persela
Penunjukan Hariono tak lepas dari perubahan di kursi pelatih kepala Deltras FC. Usai hengkangnya Widodo Cahyono Putro (WCP), posisi pelatih kepala sementara dipegang Nurul Huda. Hariono pun dipercaya mendampingi sebagai asisten pelatih hingga akhir musim.
Seperti diketahui, musim ini Hariono harus mengakhiri kiprahnya lebih cepat akibat cedera ligamen lutut kanan yang cukup serius. Cedera itu dialaminya saat Deltras menghadapi Persipura pada 11 Oktober 2025 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS) dalam lanjutan Pegadaian Championship.
Baca Juga: Gol Cepat Persipura Hancurkan Mental Pemain Deltras Sidoarjo
Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani operasi dan masa pemulihan panjang. Kini, alih-alih kembali merumput, Hariono justru mendapat kepercayaan untuk berkontribusi dari sisi berbeda.
Hariono mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan manajemen Deltras FC.
Baca Juga: Deltras Sidoarjo Kalah Telak 0-3 di Kandang Persipura
“Saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada manajemen yang sudah memberi kepercayaan kepada saya menjadi asisten pelatih di sisa laga musim ini,” ujarnya, Rabu (1/4).
Meski menjadi pengalaman perdana di dunia kepelatihan, ia menyatakan siap menghadapi tantangan tersebut.
Baca Juga: Pelatih Deltras Sidoarjo Widodo Cahyono Putro dan Asistennya Hengkang, Begini Jawaban Manajemen
“Ini pengalaman pertama saya di staf kepelatihan. Saya akan terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik untuk Deltras ke depan,” tegasnya.
Kehadiran Hariono di kursi pelatih diharapkan mampu membawa energi baru bagi skuad The Lobster, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemain dan tim pelatih, mengingat pengalamannya yang panjang di lapangan hijau. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista