Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan, hal tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif di Kota Delta.
Djoko menerangkan, saat ini, pemerintah sedang fokus pada penanganan dampak pandemi Covid-19. Sehingga, perwujudan program kerja APBD 2022 lebih banyak difokuskan pada penanganan dampak pandemi tersebut.
“Sudah dibahas dan disepakati tidak diajukan,” ucap Djoko.
Pemkab Sidoarjo sebenarnya telah menganggarkan untuk revitalisasi lintasan lari tersebut pada tahun anggaran 2021. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 10 miliar.
Namun, situasi pandemi di Sidoarjo mengalami kenaikan kasus. Dampaknya, sejumlah program proyek pembangunan terpaksa direfocusing. Beberapa proyek pembangunan yang direfocusing tersebut seperti pembangunan wisma atlet Sidoarjo, pembangunan puskesmas, dan revitalisasi lintasan lari di GOR.
Sementara itu, anggota Komisi D Sidoarjo Aditya Nindyatman membenarkan bahwa anggaran revitalisasi lintasan lari tahun depan tidak ada. Pada APBD 2022 juga tidak ada revitalisasi GOR secara besar-besaran. "Hanya perbaikan-perbaikan kecil saja," ujarnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista