Pelatih tinju Sidoarjo Moch Komar mengakui, pihaknya kesulitan mencari bibit-bibit petinju. Terutama untuk junior. Saat ini, jumlah bibit junior di Sidoarjo jumlahnya hanya lima orang. Namun, dari kelima petinju junior itu, tak semuanya aktif dan disiplin setiap kali latihan digelar. “Yang junior ada sekitar lima orang, cuma jarang ada yang aktif latihan,” katanya.
Menurut Komar, yang aktif dan disiplin latihan hanya ada beberapa. Salah satunya Aditya Khalid Akbar. Petinju muda itu sedikit membuka harapan Sidoarjo dalam beberapa turnamen tinju. Bahkan atlet dia telah berhasil meraih juara satu sebanyak empat kali di beberapa daerah.
Di antaranya di Bondowoso sebanyak dua kali, di Malang satu kali, dan terkahir dalam turnamen piala bupati di Kabupaten Tulungagung juga berhasil juara pertama. Komar menjelaskan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan pemerintah daerah. Misalnya kelayakan dan kelengkapan alat latihan. “Kalau alat latihannya layak kemungkinan besar para atlet akan lebih semangat latihan,” ujarnya.
Di sisi lain, saat latihan sejumlah kebutuhan jasmani para atlet lainnya juga sangat penting. Misalnya, kebutuhan nutrisi, gizi dan minum harus terpenuhi. Sebab jika tidak, maka akan mempengaruhi kondisi fisik para petinju. Jika kondisinya prima, maka akan lebih mudah saat latihan. (far/vga) Editor : Administrator