RADAR SIDOARJO - Geger di media sosial TikTok belakangan ini narasi hingga fitnah yang menyebutkan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa tidak pernah turun langsung ke masyarakat.
Narasi-narasi yang diorbitkan masyarakat tersebut menyudutkan Khofifah dan kinerjanya yang tidak pernah terasa.
Derasnya fitnah tidak beralasan itu diduga digaungkan sekelompok oknum barisan simpatisan salah satu actor politik. Warganet di TikTok bahkan mengutarakan keinginannya untuk menukar di antara kedua gubernur tersebut.
Melihat fenomena tersebut, Pakar Komunikasi Politik Universitas Widya Gama Malang, M. Ramadhana Alfaris menilai sudah tepat Khofifah memberikan nyinyiran fitnah dengan kerja nyata untuk rakyat.
“Ibu Khofifah membalikkan keadaan atau menetralisir seperti misalnya yang sudah dilakukan melalui bukti nyata, prestasi yang pernah diraih selama memimpin. Itu bisa menjadi counter attack,” kata Ramadhana, ketika dihubungi, Kamis (15/5/2025).
Adapun bukti nyata yang telah terlihat secara nasional yakni rendahnya angka inflasi Provinsi Jatim dibandingkan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2025 angka inflasi Jatim sebesar 0,93 persen secara bulanan. Angka itu lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada pada level 1,17 persen.
Selain inflasi, kinerja ekspor Jatim juga menunjukkan tren positif. BPS mencatat nilai ekspor provinsi ini pada Maret 2025 mencapai Rp6.134,9 miliar. Angka tersebut menjadikannya sebagai provinsi dengan nilai ekspor tertinggi kedua secara nasional.
Maka dari itu, Ramadhana menegaskan, fitnah bertubi-tubi dan tak mendasar itu bisa menjadi semangat Khofifah untuk lebih yakin dan percaya diri ke depan. Ia menilai, Khofifah bukan pemimpin yang haus pencitraan namun ia sudah membuktikannya dengan kerja nyata di lapangan.
“Jadi sekali lagi saya tekankan Ibu Khofifah bisa melakukan counter attack kerja nyata untuk Jatim,” tandasnya. (rud/vga)
Editor : Vega Dwi Arista