Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Happy Kids School (HKS) Buduran Sidoarjo Gelar Pelatihan Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Gandeng Pakar Terapi Okupasi Tri Budi Santoso, Ph.D, OT

M Saiful Rohman • Jumat, 17 Januari 2025 | 00:10 WIB

BERMANFAAT: Dosen Poltekkes Kemenkes Surakarta, Tri Budi Santoso, Ph.D, OT saat memberikan pelatihan.
BERMANFAAT: Dosen Poltekkes Kemenkes Surakarta, Tri Budi Santoso, Ph.D, OT saat memberikan pelatihan.
 

SIDOARJO – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, Happy Kids School (HKS) Buduran mengadakan pelatihan dengan menghadirkan pakar senior terapi okupasi sekaligus dosen Poltekkes Kemenkes Surakarta, Tri Budi Santoso, Ph.D, OT.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada para guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam mengelola pembelajaran di kelas.

Kepala Sekolah HKS Buduran, Candra Kartikasari, M.Pd., C.HP., C.HL., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program unggulan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Kami bekerja sama dengan pakar atau ahli untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, Tri Budi Santoso memberikan berbagai metode inovatif untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, baik di dalam maupun luar kelas. Salah satu fokusnya adalah pembelajaran di luar ruangan, di mana anak-anak dilibatkan dalam aktivitas fisik seperti bermain bola, menggunakan raket, serta permainan tradisional secara individu maupun kelompok.

“Melalui aktivitas di luar ruangan, kesehatan fisik anak, termasuk daya tahan tubuh dan kesehatan jantung, akan meningkat. Ini juga dapat memperpanjang fokus belajar mereka saat berada di kelas,” jelas Tri Budi.

Selain itu, para guru diajarkan pentingnya kegiatan seperti hiking dan tracking sebagai bagian dari pembelajaran di alam terbuka. Guru diminta merancang kegiatan dengan detail, termasuk mengeksplorasi flora dan fauna yang ada di sekitar.

“Kegiatan ini memungkinkan anak-anak untuk mengidentifikasi berbagai pohon, memahami tekstur alam seperti tanah, air, batu, rumput, dan buah-buahan. Ini juga membantu mereka mengembangkan kemampuan sensorik,” tambahnya.

Tri Budi menekankan bahwa eksplorasi alam dapat meningkatkan kematangan sensorik anak-anak, seperti kemampuan penciuman dan perabaan.

“Anak usia dini, saat memegang lumpur atau objek alam lainnya, tidak merasa jijik. Hal ini penting untuk menghindari masalah sensorik di masa depan,” katanya.

Ia berharap pelatihan ini memberikan dampak positif bagi para guru dan siswa. “Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan anak-anak, khususnya yang berkebutuhan khusus,” pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#kualitas #Pelatihan #Pembelajaran #Buduran