SIDOARJO - Sebanyak 12 kades Kecamatan Buduran diperiksa oleh Bawaslu Sidoarjo, Jumat (16/2). Mereka diperiksa karena diduga tak netral dengan mendukung Pasangan Calon Presiden nomor urut 02.
Satu kades sudah hadir, Kamis (15/2) kemarin, yakni Kades Entalsewu, Sukriwanto. Sedangkan 10 kades yang diperiksa oleh Bawaslu, yakni Kades Banjarasri, Muhammad Nihdlommudin, Kades Dukuh Tengah, Chusnul Arafiq, Kades Pagerwojo, Mulyanto, Kades Sawohan, Nurul Muntafatik dan Kades Damarsih, Miftakhul Anwarudin.
Selain itu ada pula Kades Sidokerto, Ali Nasikin, Kades Siwalanpanji, Achmad Choiron, Kades Kemantren, Erni Filliwati, Kades Prasung M Syafii dan Kades Buduran, M Arifin. Sementara itu Kades Wadungasri, Khowiq tak hadir dalam pemeriksaan tersebut.
Kades Damarsih, Miftakhul Anwarudin mengaku, kegiatan tersebut hanyalah arisan rutin yang dilakukan pada 29 Januari kemarin. Menurutnya apa yang ia lakukan adalah bentuk spontanitas semata.
"Itu spontan, karena delapan kades di wilayah Kecamatan Buduran akan purna, itu dibuat sebagai kenang-kenangan kami (kades, red) sebenarnya," ucapnya saat ditemui selepas pemeriksaan.
Miftakhul mengatakan, video tersebut dibuat di salah satu rumah makan di Siwalanpanji. Karenanya ia kaget bagaiamana video tersebut dapat viral.
"Tapi nggak tahu, jadi viral, yang menyebarkan saya tidak tahu, tidak ada (pengarahan dari siapapun, red) itu hanya spontanitas," terangnya tegas.
Ketua Bawaslu Sidoarjo Agung Nugraha mengatakan, secara prinsip peristiwa yang ada di Kecamatan Buduran akan didalami oleh pihaknya. Pihaknya juga fokus pada keterangan yang menyangkut kebenaran kegiatan tersebut.
"Apakah ada ucapan yang mengarah pada keberpihakan peserta Pemilu atau tidak, tempatnya dimana, waktunya kapan dan itu semua sudah kita dapatkan sehingga dapat kita lanjutkan pembahasan," terangnya.
Langkah selanjutnya, nanti pihaknya akan melibatkan mitra kerja untuk menyikapi pengaduan masyarakat tersebut. Menurutnya, syarat formil dan materil temuan harus terpenuhi terlebih dahulu. Karena hal tersebut sangat penting untuk menaikkan level pembahasan di level pimpinan.
"Nanti ada nggak pelanggaran Pemilu, jika ada nanti masuk ke pelanggaran Pemilu apa, di luar menyangkut netralitas," tambahnya.
Terkait satu terduga yang belum hadir, Agung menyebut pihaknya telah menjadikan peristiwa tersebut sebagai konklusi, setidaknya sebagai temuan. Sehingga pasca pengangkatan temuan tersebut, pihaknya akan memanggil kembali semua terduga. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista