Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Jelang Pilkades Sidoarjo, Bupati Ingatkan Cakades Jangan Bermusuhan

Diky Putra Sansiri • Kamis, 14 Mei 2026 | 11:43 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi.
Bupati Sidoarjo Subandi.

RADAR SIDOARJO - Menjelang pelaksanaan Pilkades 2026 yang tinggal menghitung hari, Bupati Sidoarjo Subandi mengingatkan seluruh calon kepala desa agar menjaga kondusivitas dan tidak menimbulkan konflik usai pemilihan.

Pesan itu secara khusus ditujukan kepada calon kepala desa incumbent atau petahana maupun kepala desa terpilih nantinya agar tidak saling bermusuhan, apalagi sampai saling lapor dan mencari-cari kesalahan setelah kontestasi selesai.

Baca Juga: Enam Wilayah Rawan Dipetakan, Pemkab Sidoarjo Gelar Deklarasi Damai Pilkades

Menurut Subandi, persaingan dalam Pilkades merupakan hal wajar dalam demokrasi. Namun, setelah pemilihan usai, seluruh pihak harus kembali bersatu membangun desa secara gotong royong.

“Kemarin waktu awal sudah saya sampaikan terutama incumbent atau petahana, terutama kepala desa yang jadi, terutama kepada calon, siapa saja nanti yang jadi, saya minta tolong jangan sampai terjadi kepala desa jadi nanti ada incumbent nggak jadi, ada kepala desa baru kok musuhan. Ini akan jadi masalah,” ujar Subandi.

Baca Juga: DPRD Sidoarjo Khawatir Pilkades Ricuh, Perangkat Desa Nyalon Kades Belum Mundur

Ia berharap hubungan antar calon tetap harmonis demi menjaga stabilitas pemerintahan desa dan mencegah konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Jadi saya mengharapkan setelah jadi, dipilih kepala desa, tolong gotong royong dengan calon maupun calon incumbent yang nggak jadi. Ini penting,” tegasnya.

Baca Juga: Pilkades Sidoarjo Rawan Gaduh, Cakades dari Perangkat Desa Belum Mundur

Subandi juga mengingatkan bahwa konflik antar kubu pasca Pilkades berpotensi memicu persoalan hukum. Bahkan, menurutnya, kondisi itu bisa membuat pihak tertentu saling mencari celah kesalahan lawan politiknya.

“Coba kalau ini nanti tidak dilakukan, Pak Kapolres, Pak Kajari, mestinya panjenengan kuat. Karena kalau nggak kuat, konflik desa akan terjadi masalah hukum, terutama teman-teman kepala desa. Ada saja dicari-cari salahnya,” katanya.

Baca Juga: Langgar PP Baru, Perangkat Desa di Sidoarjo yang Maju Pilkades Belum Mundur dari Jabatan

Karena itu, ia meminta seluruh unsur Forkopimda, mulai kepolisian, kejaksaan, hingga pemerintah kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), ikut menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Nah, harapan kita, saya minta tolong Pak Kapolres, Pak Kajari, mari kita jaga bersama. Saya sebagai pimpinan daerah tidak mau supaya pimpinan daerah kok anak buahku silih sikut laporannya Kapolres, silih sikut laporannya Kajari. Ini harus dijaga,” ungkapnya.

Selain itu, Subandi meminta pendampingan terhadap para kepala desa terus dilakukan, baik oleh Dinas PMD maupun camat sebagai pembina wilayah di tingkat kecamatan.

“Mari kita penting Pak Probo terus pendampingan, Pak Camat sebagai pembina di kecamatan terus pendampingan teman-teman kepala desa. Mari berkompetisi secara sehat, demokratis dan tanpa provokasi,” tandasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Sidoarjo dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei 2026 mendatang. Saat ini tahapan pesta demokrasi tingkat desa itu tinggal menyisakan 10 hari lagi.

Sebelumnya, Forkopimda Sidoarjo juga telah memetakan enam desa yang masuk kategori rawan konflik antarpendukung. Pengamanan di wilayah tersebut dipastikan akan diperketat guna menjaga kondusivitas selama tahapan Pilkades berlangsung. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#incumbent #pemilihan #Pilkades #Desa #Bupati