RADAR SIDOARJO - Seorang petani menemukan jenazah laki-laki di area persawahan belakang SDN Modong, Desa Modong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Senin (19/10) pagi. Korban diketahui berinisial YMH, 50, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh istrinya ke Polsek Tulangan.
Kapolsek Tulangan AKP Rizy Arif Prabowo menjelaskan, penemuan jenazah itu bermula ketika seorang petani bernama Moch. Arifin sedang mencari rumput untuk pakan ternak. Saat berada di area persawahan, saksi melihat seorang laki-laki tergeletak dalam posisi miring dengan kondisi kulit menghitam.
Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan di Parit Jabon Sidoarjo, Masih Memegang Motor
Mengetahui kejadian tersebut, Arifin segera melapor kepada perangkat Desa Modong. Laporan itu kemudian diteruskan ke Polsek Tulangan untuk ditindaklanjuti.
Petugas Polsek Tulangan yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan tempat kejadian perkara (TKP). Polisi memasang garis polisi, mengamankan area sekitar, serta berkoordinasi dengan tim identifikasi Polresta Sidoarjo untuk melakukan olah TKP.
Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Bocok Tarik Sidoarjo
Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Porong untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Identitas korban diketahui setelah keluarga, tetangga, dan Ketua RT setempat mengenali ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakannya. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus putih, celana pendek abu-abu, dan sandal jepit biru dengan tali berwarna merah muda.
Baca Juga: Mayat Mr X Ditemukan Membusuk di Lahan Persawahan Prambon Sidoarjo
YMH sebelumnya dilaporkan hilang oleh istrinya ke Polsek Tulangan pada Minggu (4/10). Kecocokan ciri-ciri fisik dan pakaian dengan keterangan dalam laporan orang hilang tersebut menjadi salah satu dasar keluarga mengenali jenazah.
Menurut AKP Rizy Arif Prabowo, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit stroke dan tekanan darah tinggi. Korban diketahui sedang mengonsumsi obat dari rumah sakit.
Dalam pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan hanya berdasarkan temuan tersebut.
Kapolsek Tulangan menambahkan, keluarga telah membuat surat pernyataan tidak menghendaki autopsi, baik pemeriksaan luar maupun pemeriksaan dalam terhadap jenazah.
“Jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga juga telah membuat pernyataan tidak menghendaki autopsi,” ujarnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo