RADAR SIDOARJO - Seorang bocah berusia delapan tahun berinisial COLD meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Kalimas, Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Senin (12/10). Korban ditemukan setelah keluarga melakukan pencarian karena tidak mengetahui keberadaannya.
Kanit Reskrim Polsek Taman AKP Hajir Sujalmo menjelaskan, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, korban keluar dari kamar mandi dan menuju bagian belakang rumah yang berdekatan dengan sungai.
Baca Juga: Pelajar 14 Tahun Tenggelam di Sungai Balongbendo Sidoarjo, Sempat Teriak Minta Tolong
Sekitar sepuluh menit kemudian, keluarga mulai mencari korban karena tidak terlihat di sekitar rumah. Keluarga kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengetahui keberadaan korban.
“Dari rekaman CCTV, keluarga melihat korban berada di pinggir sungai. Setelah itu, saksi bergegas menuju sungai dan menemukan sandal milik korban,” jelas Hajir.
Baca Juga: Wabup Sidoarjo Takziah ke Rumah Balita yang Tenggelam di Sungai Kalidawir
Mengetahui hal tersebut, keluarga bersama warga berupaya mencari korban di sungai dan area sekitarnya. Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 14.10 WIB.
Petugas piket Reskrim bersama petugas patroli Polsek Taman yang tiba di lokasi turut membantu proses evakuasi. Korban kemudian dibawa menggunakan mobil patroli ke RS Siti Khodijah untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Lima Hari Hilang, Gibran Ditemukan Meninggal Tenggelam di Tanggulangin Sidoarjo
Namun, upaya pertolongan tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 14.45 WIB.
“Korban dibawa ke RS Siti Khodijah untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah dilakukan upaya pertolongan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.45 WIB,” ungkap Hajir.
Baca Juga: Update Pencarian Balita Tenggelam di Sungai Kalidawir Sidoarjo
Hajir mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika beraktivitas di sekitar sungai atau perairan terbuka.
Menurut dia, lingkungan yang berdekatan dengan aliran sungai memiliki risiko bahaya bagi anak-anak apabila mereka tidak berada dalam pengawasan orang dewasa.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan keluarga dalam mengawasi aktivitas anak, khususnya di lingkungan tempat tinggal yang berada dekat dengan sungai. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo