RADAR SIDOARJO - Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengistirahatkan sementara proses belajar mengajar menyusul banyaknya santri yang mengalami gejala sakit setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Bidang Humas Ponpes Manbaul Hikam Bahron Nafi’ mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan para santri. Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada santri yang kembali mengalami gejala.
Baca Juga: Total 567 Santri Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo Tumbang Diduga Keracunan MBG
“Setiap 15 menit kami terus memantau kesehatan santri. Kami mengecek ke kamar-kamar untuk melihat kondisi kesehatan mereka,” kata Bahron.
Menurutnya, jumlah penghuni ponpes yang terdampak dalam kejadian tersebut cukup banyak. Ponpes Manbaul Hikam saat ini dihuni sekitar 450 santri dan 60 orang guru maupun pengasuh.
Baca Juga: Tim Labfor Polda Jatim Datangi SPPG Kalitengah Sidoarjo untuk Cek MBG
Bahron menjelaskan, sejumlah santri baru dibawa ke rumah sakit pada Rabu (2/9) siang. Mereka sebelumnya belum menunjukkan gejala dan baru mengalami keluhan sejak Rabu dini hari.
“Siang baru ada yang dibawa ke RSUD karena baru mengalami gejala sejak subuh tadi,” ujarnya.
Baca Juga: Ini Penampakan SPPG Kalitengah yang Disuspend Diduga Sebabkan Santri Manbaul Hikam Keracunan MBG
Ia menyebut, makanan MBG diterima ponpes untuk konsumsi makan siang. Dalam sehari, terdapat sekitar 1.000 porsi menu MBG yang didistribusikan kepada para santri.
Selain santri, sejumlah guru juga turut mencicipi makanan tersebut. Setidaknya terdapat 10 guru yang ikut mencicipi menu MBG.
Baca Juga: Ini Menu MBG yang Diduga Disantap 268 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo hingga Keracunan
Bahron mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihak ponpes, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah yang memasok makanan tersebut dinilai layak. Namun, pihak ponpes belum mengetahui secara pasti makanan yang diterima itu dimasak pada sesi pertama atau kedua.
“Informasi yang kami terima, masakan yang dimasak SPPG ada dua sesi. Masakan tersebut dibuat untuk dikonsumsi pagi dan siang. Kami belum tahu makanan yang diterima ponpes ini yang dimasak pada jam berapa,” jelasnya.
Karena itu, pihak ponpes berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi seluruh pihak terkait, terutama dalam pelaksanaan program MBG.
“Kami berharap ada hikmah dari kejadian yang terjadi ini. Ada evaluasi untuk program MBG, baik untuk semua pihak terkait. Harapannya program ini bisa terlaksana dengan baik,” tutur Bahron.
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar di lingkungan ponpes diistirahatkan hingga kondisi benar-benar kondusif. Langkah tersebut dilakukan sembari menunggu pemeriksaan lebih lanjut serta memastikan tidak ada lagi santri yang mengalami sakit.
“Proses belajar mengajar kami istirahatkan dahulu sambil menunggu situasi menjadi kondusif dan terjaga, serta memastikan santri tidak ada yang sakit lagi dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Bahron juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu proses penanganan sejak Rabu malam hingga siang hari.
“Kami berterima kasih atas bantuan dari berbagai pihak yang membantu penanganan, mulai dari tadi malam hingga siang hari. Alhamdulillah, semuanya sudah tertangani dengan baik dan kondisi mereka membaik,” pungkasnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo