551 Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan, 88 Masih Dirawat di Rumah Sakit Sidoarjo

Suryanto • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:48 WIB
MEDIS: Sebanyak 38 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang sebelumnya menjalani perawatan di masjid ponpes, akhirnya dievakuasi ke rumah sakit, Rabu (2/9) siang. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)
MEDIS: Sebanyak 38 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang sebelumnya menjalani perawatan di masjid ponpes, akhirnya dievakuasi ke rumah sakit, Rabu (2/9) siang. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Sebanyak 38 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang sebelumnya menjalani perawatan di masjid ponpes, akhirnya dievakuasi ke rumah sakit, Rabu (2/9) siang.

Para santri tersebut dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Tim Labfor Polda Jatim Datangi SPPG Kalitengah Sidoarjo untuk Cek MBG

Evakuasi dilakukan karena sejumlah santri masih mengalami keluhan kesehatan setelah diduga terdampak kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, kondisi para korban masih terus dipantau. Data jumlah korban juga masih dinamis karena proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung.

Baca Juga: Ini Penampakan SPPG Kalitengah yang Disuspend Diduga Sebabkan Santri Manbaul Hikam Keracunan MBG

“Siang ini ada penambahan sekitar 38 santri. Mereka yang masih mengalami gejala kami evakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Subandi, Rabu (2/9).

Berdasarkan data sementara per 2 September 2026, total warga yang terdata terdampak mencapai sekitar 551 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara sekitar 462 orang lainnya telah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.

Baca Juga: Ini Menu MBG yang Diduga Disantap 268 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo hingga Keracunan

Subandi menegaskan keselamatan para santri dan siswa menjadi prioritas utama pemerintah. Mereka yang masih mengalami keluhan, seperti sakit perut, mual, muntah, dan pusing, akan mendapatkan penanganan medis.

“Keselamatan anak-anak adalah yang utama. Semua yang masih membutuhkan penanganan akan kami pastikan mendapatkan pelayanan medis,” ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

Dalam penanganan korban, rumah sakit daerah menjadi salah satu rujukan utama. Namun, apabila kapasitas rumah sakit penuh, pasien akan dialihkan ke fasilitas kesehatan lainnya, termasuk RS Delta Surya.

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan pemutakhiran data korban dari sejumlah lokasi terdampak. Dinas Pendidikan juga melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah serta mengumpulkan data siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

Selain penanganan medis, tim gabungan juga melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses pengolahan dan memasak, suhu makanan, waktu pengiriman hingga penyajian kepada penerima manfaat.

Sebagai langkah antisipasi, pengiriman MBG dari penyedia yang berkaitan dengan kejadian tersebut dihentikan sementara. Sedikitnya 19 titik pengiriman ditangguhkan hingga proses investigasi dan pemeriksaan selesai.

“Pengiriman sementara dihentikan di 19 titik. Kita tidak ingin mengambil risiko sebelum hasil pemeriksaan dan investigasi selesai,” jelas Subandi.

Tim gabungan yang melibatkan Dinas Kesehatan, Badan Gizi Nasional (BGN), dan Dinas Pendidikan juga melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan maupun sisa bahan makanan yang masih tersedia.

Subandi menegaskan hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap makanan, tetapi juga seluruh prosedur dalam rantai penyediaan MBG.

“Kita tidak hanya melihat secara visual. Semua akan diverifikasi, mulai SOP, waktu, suhu, sampai seluruh rantai pengolahan makanan. Hasilnya nanti akan disampaikan secara transparan,” pungkasnya. (sur/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
keracunan Rumah Sakit Santri Mbg Perawatan