RADAR SIDOARJO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, menjadi lokasi yang turut diperiksa setelah muncul dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa dan santri.
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur terlihat mendatangi lokasi SPPG untuk melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Ini Penampakan SPPG Kalitengah yang Disuspend Diduga Sebabkan Santri Manbaul Hikam Keracunan MBG
Hadi, pemilik bengkel yang berada tepat di samping SPPG Kalitengah, mengatakan tempat tersebut sepengetahuannya telah beroperasi kurang dari satu tahun. Menurutnya, aktivitas di SPPG biasanya mulai terlihat sejak pagi hari.
“Kalau sepengetahuan saya, SPPG ini beroperasi kurang dari satu tahun. Saya buka bengkel sekitar pukul 08.00 WIB, biasanya sudah ramai dan banyak pekerja,” ujar Hadi.
Baca Juga: Ketua Asrama Sebut Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan MBG dari SPPG Kalitengah Sidoarjo
Ia mengatakan aktivitas pekerja mulai berkurang sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah itu, hingga sore hari, kondisi di sekitar SPPG cenderung lebih sepi dan hanya terlihat petugas keamanan.
Hadi juga menyebut aktivitas pengiriman makanan dari SPPG sudah terlihat sejak pagi. Kendaraan maupun petugas tampak lalu-lalang membawa makanan dari lokasi tersebut.
Baca Juga: Ini Menu MBG yang Diduga Disantap 268 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo hingga Keracunan
“Sejak pagi memang sudah terlihat lalu-lalang mengirim makanan,” katanya.
Keterangan serupa disampaikan Pipit, pemilik warung yang berada di samping bangunan SPPG. Ia menyebut SPPG tersebut telah beroperasi sekitar sembilan bulan.
Baca Juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo Diduga Keracunan MBG
“Kurang lebih sudah sembilan bulan beroperasi,” ujar Pipit.
Menurut Pipit, sebagian pekerja yang bertugas di SPPG merupakan warga sekitar. Ia juga mengaku mendengar informasi mengenai sejumlah karyawan SPPG yang mengalami keluhan kesehatan yang disebut-sebut serupa dengan siswa dan santri yang kini menjalani perawatan.
“Katanya ada beberapa karyawan yang mengalami hal yang sama, tapi tidak banyak. Keluhannya seperti nggliyeng, pusing dan mual,” ungkapnya.
Pipit mengatakan, berdasarkan informasi yang didengarnya, beberapa pekerja bahkan memilih tetap berada di dalam gedung SPPG dan tidak langsung pulang karena khawatir kondisi mereka memburuk.
“Ada yang katanya tidak pulang dan tidur di gedung SPPG karena takut terjadi apa-apa,” imbuhnya.
Namun, informasi mengenai adanya karyawan SPPG yang mengalami keluhan kesehatan tersebut masih berdasarkan keterangan yang didengar Pipit dan belum diketahui secara pasti kaitannya dengan dugaan keracunan yang dialami siswa dan santri.
Sementara itu, situasi di SPPG Kalitengah pada Rabu (2/9) terlihat menjadi perhatian sejumlah pihak. Tim Labfor Polda Jatim berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Bupati Sidoarjo Subandi, serta Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing juga terlihat berada di sekitar lokasi.
Pemeriksaan tersebut dilakukan di tengah penanganan terhadap sejumlah siswa dan santri yang mengalami keluhan kesehatan setelah diduga mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hasil pemeriksaan dan penyelidikan nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut, termasuk memastikan apakah makanan yang diproduksi SPPG Kalitengah berkaitan dengan peristiwa tersebut. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo