Puluhan Santri Manbaul Hikam Keracunan Kembali Berdatangan di RSUD Notopuro Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:24 WIB
BERDATANGAN: Puluhan santri dirujuk ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
BERDATANGAN: Puluhan santri dirujuk ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Gelombang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang membutuhkan penanganan medis kembali berdatangan ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9) pagi.

Sejak subuh hingga sekitar pukul 11.50, ambulans hilir mudik membawa santri dari ponpes tersebut. Sedikitnya 24 santri kembali tiba di rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan setelah sebelumnya ratusan santri telah dirujuk pada Selasa (1/9) malam.

Baca Juga: Ini Penampakan SPPG Kalitengah yang Disuspend Diduga Sebabkan Santri Manbaul Hikam Keracunan MBG

Humas RSUD RT Notopuro Sidoarjo Rizqi Maulana mengatakan, tambahan pasien tersebut masih menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Keluhan yang dialami para santri relatif sama, yakni diare dan dehidrasi.

"Pasiennya ini tadi masih observasi di IGD. Dari ponpes," kata Rizqi.

Baca Juga: Ketua Asrama Sebut Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan MBG dari SPPG Kalitengah Sidoarjo

Para santri yang datang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Dari tambahan pasien tersebut, enam orang masih menjalani observasi dan belum dapat dipastikan apakah harus menjalani rawat inap.

Rizqi menjelaskan, enam pasien tersebut masih akan dipantau respons tubuhnya terhadap penanganan medis. Secara umum, reaksi obat biasanya dapat terlihat dalam rentang dua hingga tiga jam, namun keputusan selanjutnya tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Baca Juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan MBG Disebar ke Sejumlah Rumah Sakit Sidoarjo

"Keluhannya diare sama dehidrasi," ujarnya.

Sementara itu, hingga Rabu pagi, terdapat 11 santri yang tercatat masih menjalani perawatan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Kondisi mereka disebut sudah cukup baik, meski belum diperbolehkan pulang karena masih berada dalam pantauan dokter.

Baca Juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

"Untuk yang dirawat kondisinya alhamdulillah cukup baik. Sudah cukup baik. Tapi belum boleh pulang, masih dalam pantauan dokter," jelasnya.

Mengenai adanya tambahan pasien pada Rabu pagi, pihak rumah sakit menduga hal itu berkaitan dengan proses pendataan saat kondisi rumah sakit sangat padat pada Selasa malam.

Rizqi menyebut, ada santri yang sebelumnya sudah terdata, sempat mendapatkan perawatan, kemudian pulang, namun kembali lagi pada Rabu pagi. Di sisi lain, terdapat pula pasien yang kemungkinan belum sempat masuk dalam pendataan karena situasi di rumah sakit saat itu cukup ramai.

"Karena tadi malam crowded, jadi pendataan kita ada yang sudah mungkin keburu langsung pulang. Jadi belum masuk ke tempat pendataan kita," ungkapnya.

Sebagai informasi, ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam sebelumnya mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan massal. Para santri kemudian mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD RT Notopuro Sidoarjo.

Dugaan sementara mengarah pada makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak terkait. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Santri RSUD Mbg Tanggulangin medis