RADAR SIDOARJO - Dugaan keracunan massal yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dipastikan bukan berasal dari makanan yang dimasak pihak pondok.
Makanan yang dikonsumsi para santri merupakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
Baca Juga: Ini Menu MBG yang Diduga Disantap 268 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo hingga Keracunan
Klarifikasi tersebut disampaikan Ketua Asrama Putra Ponpes Manbaul Hikam, Ferdiansyah, menyusul munculnya informasi yang menyebut makanan dari dapur pondok menjadi penyebab ratusan santri mengalami keluhan kesehatan.
"Kami luruskan kembali, ini murni kesalahan dari SPPG. Bukan makanan dari pondok pesantren seperti yang beredar. SPPG Tanggulangin," ujar Ferdiansyah.
Baca Juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan MBG Disebar ke Sejumlah Rumah Sakit Sidoarjo
Menurut Ferdiansyah, para santri mengonsumsi makanan MBG sekitar pukul 13.00. Setelah itu, aktivitas santri masih berjalan normal, termasuk mengikuti salat Ashar berjamaah.
Namun, kondisi mulai berubah ketika para santri kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar selepas salat Ashar.
Baca Juga: Wabup Sidoarjo Pastikan Rehab SDN Kupang 4 Jabon, Siswa Mulai Terima MBG Akhir Juli
Sekitar pukul 16.10, sejumlah santri MTs dan MA mulai mengeluhkan sakit perut, mual, hingga pusing.
"Pada jam pelajaran pertama waktu ba'da Ashar sekitar pukul 16.10 banyak yang melapor dari santri MTs dan MA mengeluhkan sakit perut, mual dan kepala pusing," jelasnya.
Baca Juga: Wabup Sidoarjo Pastikan Rehab SDN Kupang 4 Jabon, Siswa Mulai Terima MBG Akhir Juli
Awalnya, beberapa santri yang mengalami keluhan tersebut dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendapatkan penanganan. Namun, jumlah santri yang mengeluhkan gejala serupa terus bertambah.
Situasi tersebut membuat pihak pondok mengambil langkah cepat dengan membawa para santri ke fasilitas kesehatan. Ratusan santri kemudian dilarikan ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 414 santri Ponpes Manbaul Hikam mendapat penanganan medis di enam fasilitas kesehatan setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan.
Para santri mulai mendapatkan penanganan sejak Selasa (1/9) sore hingga malam. Gejala yang dilaporkan antara lain sakit perut, mual, dan pusing.
Hingga kini, dugaan penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut masih menjadi perhatian. Pemeriksaan dan penanganan medis terhadap para santri dilakukan untuk memastikan kondisi mereka, sementara asal makanan yang dikonsumsi para santri menjadi salah satu poin penting dalam penelusuran kejadian tersebut. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo