RADAR SIDOARJO - Kabar adanya santri yang meninggal dunia dalam insiden dugaan keracunan massal di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dipastikan tidak benar.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh santri yang mengalami keluhan kesehatan telah mendapat penanganan medis. Ratusan santri tersebut kini dirawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.
Baca Juga: Ini Menu MBG yang Diduga Disantap 268 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo hingga Keracunan
Subandi bahkan turun langsung mengecek kondisi para santri yang menjalani perawatan.
Ia memastikan tidak ada korban meninggal dalam kejadian yang diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
Baca Juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan MBG Disebar ke Sejumlah Rumah Sakit Sidoarjo
"Semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang meninggal itu hoaks, tidak benar. Kita sudah pastikan ada di tiga rumah sakit," kata Subandi, Selasa (1/9) malam.
Menurutnya, kondisi sebagian besar santri mulai membaik. Sejumlah pasien bahkan dipersiapkan untuk diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo Diduga Keracunan MBG
Subandi menyebut sekitar 58 santri mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Siti Hajar. Ia mengatakan kondisi para santri di rumah sakit tersebut juga tertangani dengan baik.
"Saya tadi sudah cek sampai dua kali di sini. Kita kontrol semuanya, kita cek satu per satu. Nanti hari ini kita pindah di Rumah Sakit Siti Hajar, kurang lebih ada sekitar 58. Juga tertangani dengan baik," ujarnya.
Baca Juga: Temuan Ayam MBG Kurang Matang di Tarik Sidoarjo Jadi Bahan Evaluasi SPPG
Ia menambahkan, penanganan medis dapat dilakukan dengan cepat karena para santri segera dibawa ke fasilitas kesehatan setelah mulai mengalami keluhan.
Baca Juga: Ribuan Warga Sidoarjo Gelar Aksi Dukung Keberlanjutan Program MBG, Ini Alasannya
"Sementara hari ini juga sudah turun semua. Berarti hampir pasien kita, sementara sudah hampir kita nanti sebagian saya suruh pulang karena sudah membaik," imbuhnya.
Sebelumnya, suasana di Ponpes Manbaul Hikam mendadak panik pada Selasa (1/9) sore. Ratusan santri berbondong-bondong dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami berbagai keluhan kesehatan yang diduga muncul usai menyantap makanan MBG.
Gejala mulai dirasakan sekitar pukul 16.10. Saat itu, para santri tengah mengikuti kegiatan belajar. Sejumlah santri tiba-tiba mengeluhkan mual dan sakit perut.
Keluhan tersebut kemudian dialami semakin banyak santri. Mereka bahkan harus bolak-balik ke kamar mandi sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Kondisi serupa kemudian membuat proses evakuasi dilakukan secara cepat. Para santri yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dibawa menggunakan ambulans menuju sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.
Salah satunya RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Suasana rumah sakit padal Selasa malam terlihat ramai. Ambulans datang silih berganti membawa santri dari lingkungan pesantren.
Sejumlah santri tampak lemas ketika tiba di rumah sakit dan langsung mendapatkan penanganan petugas medis. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami mual, muntah, sesak napas hingga kejang.
Banyaknya pasien yang datang dalam waktu berdekatan membuat petugas medis bergerak cepat melakukan pemeriksaan dan penanganan.
Hingga Selasa malam, para santri masih menjalani pemeriksaan medis di sejumlah rumah sakit. Sementara penyebab pasti kejadian tersebut masih belum diketahui.
Termasuk dugaan apakah keluhan yang dialami para santri berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi beberapa jam sebelumnya masih dalam penelusuran.
Petugas terkait masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan informasi untuk memastikan penyebab ratusan santri mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo