Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan MBG Disebar ke Sejumlah Rumah Sakit Sidoarjo

Suryanto • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 21:27 WIB
RAMAI: Suasana Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, usai santrinya diduga keracunan MBG, Selasa (1/9) malam. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)
RAMAI: Suasana Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, usai santrinya diduga keracunan MBG, Selasa (1/9) malam. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilarikan ke sejumlah rumah sakit, Selasa (1/9) malam.

Mereka diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

Pantauan di lokasi, sejumlah mobil ambulans terlihat lalu-lalang keluar masuk area pondok pesantren.

Sirene ambulans terdengar meraung saat membawa para santri yang mengalami keluhan kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Temuan Ayam MBG Kurang Matang di Tarik Sidoarjo Jadi Bahan Evaluasi SPPG

Salah seorang wali santri, Suci, warga Ngaban, Tanggulangin, mengatakan anaknya merupakan santriwati kelas IX putri. Namun, anaknya kebetulan tidak menyantap makanan MBG yang dibagikan di pondok.

"Anak saya kebetulan tidak makan MBG, hanya makan apel. Saya tahu kejadian ini saat mengantar anak mengaji," ujar Suci.

Baca Juga: Dukung Penuh MBG, Pemkab Sidoarjo Integrasikan Kawasan Mandiri Pangan

Menurut informasi yang dihimpun, jumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan mencapai sekitar 141 orang. Para santri tersebut kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

Beberapa fasilitas kesehatan yang menjadi tempat penanganan para santri di antaranya Klinik Azka Medika, RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya, RS Pusura Gelam, RS Siti Hajar, serta RS Siti Fatimah Tulangan.

Baca Juga: Cek Kesehatan Siswa Penerima MBG Tahap 2 Berjalan Baik, BPJS Kesehatan Perkuat Upaya Promotif Preventif

Sementara itu, Warti, salah seorang warga yang rumahnya berada di depan pondok pesantren, mengatakan makanan MBG tiba di pondok sekitar pukul 10.00 WIB. Biasanya makanan tersebut baru dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB.

"MBG dikirim sekitar pukul 10.00 pagi. Biasanya dibagikan sekitar pukul 12.00. Ada yang langsung dimakan dan ada yang dimakan sore hari karena masih ada pelajaran," kata Warti.

Warti menuturkan, para santri biasanya selesai mengikuti kegiatan dan salat Magrib kemudian melanjutkan aktivitas di pondok. Namun, menjelang Magrib mulai terdengar adanya santri yang mengalami muntah-muntah.

"Mulai ada yang muntah-muntah sebelum Magrib. Setelah Magrib ambulans mulai berdatangan," ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran Radar Sidoarjo, menu MBG yang dibagikan kepada santri Ponpes Mambaul Hikam hari ini terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.

Hingga berita ini ditulis, para santri masih mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Penyebab pasti para santri mengalami gejala tersebut masih menunggu pemeriksaan dan penanganan dari pihak terkait. (sur/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
keracunan Santri RSUD Mbg Massal