RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo didorong segera memperbaiki ruang kelas SD Negeri (SDN) Gelang 2, Kecamatan Tulangan, setelah plafon salah satu ruang kelas ambrol akibat rangka kayu yang lapuk dimakan rayap.
Kerusakan tersebut dikhawatirkan tidak hanya terjadi pada satu ruang, tetapi juga mengancam lima ruang kelas lain yang mulai menunjukkan tanda-tanda serupa.
Beruntung, plafon ambrol saat masa libur sekolah sehingga tidak menimbulkan korban. Demi alasan keselamatan, ruang kelas yang rusak telah dikosongkan sejak enam bulan terakhir. Selama itu pula, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke ruang perpustakaan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Moch Dhamroni Chudlori melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Gelang 2, Rabu (5/8). Dalam kunjungannya, ia memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung meski harus memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang kelas sementara.
"Hari ini saya melihat langsung kondisi bangunan SD Negeri Gelang 2. Kemarin saya mendapat laporan dari Pak Kades mengenai ruang kelas yang rusak. Alhamdulillah proses belajar mengajar tetap berjalan meski satu ruang tidak bisa digunakan karena membahayakan," ujarnya.
Politisi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo 3 itu menilai penggunaan perpustakaan sebagai ruang belajar hanya bersifat sementara dan bukan solusi yang ideal. Selain mengurangi kenyamanan belajar, fungsi perpustakaan sebagai sarana literasi juga menjadi terganggu.
"Sudah enam bulan anak-anak belajar di perpustakaan. Tentu ini tidak ideal karena fungsi perpustakaan ikut terganggu. Kami berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera melakukan perbaikan agar siswa bisa belajar dengan nyaman dan guru tidak lagi waswas," katanya.
Menurut Dhamroni, penyebab utama kerusakan adalah rangka atap berbahan kayu yang diserang rayap. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak hanya memperbaiki ruang kelas yang telah ambrol, tetapi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh bangunan sekolah.
Baca Juga: BNNK Sidoarjo Sasar 10 Sekolah, Siapkan 450 Alat Tes Urine
"Kasusnya karena rayap. Yang terlihat ambrol belum tentu ruang lainnya aman. Saya sudah meminta Bidang Sarana dan Prasarana mengecek seluruh bangunan sebagai langkah antisipasi. Jangan menunggu ambruk baru diperbaiki," tegasnya.
Ia berharap perbaikan darurat dapat dianggarkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026. Sementara rehabilitasi menyeluruh bisa diusulkan dalam program tahun 2027.
"Kalau memungkinkan bisa diarahkan ke program rehabilitasi tentu akan lebih baik. Namun kalau belum memungkinkan, saya ingin melalui PAK tahun ini segera dilakukan perbaikan. Kerusakannya sebenarnya tidak terlalu berat, tetapi harus dipastikan dulu kondisi keseluruhan bangunannya," ujarnya.
Dhamroni menambahkan, ke depan penggunaan material kayu sebaiknya ditinggalkan dan diganti dengan baja ringan agar lebih tahan lama serta tidak mudah rusak akibat serangan rayap.
Sementara itu, Kepala SDN Gelang 2 Mulik Arifianti menjelaskan, tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum plafon ambrol. Demi keselamatan siswa, pihak sekolah langsung mengosongkan ruang kelas tersebut.
"Kejadiannya saat libur sekolah. Sebelumnya memang sudah ada bagian plafon yang jatuh, sehingga anak-anak tidak lagi belajar di ruang itu. Saat libur, plafonnya akhirnya ambrol. Alhamdulillah tidak ada aktivitas belajar mengajar sehingga tidak menimbulkan korban," katanya.
Menurut Mulik, ruang yang rusak merupakan kelas II yang digunakan 17 siswa. Selama enam bulan terakhir, proses pembelajaran dipindahkan ke perpustakaan karena jumlah siswa masih memungkinkan.
Ia juga mengaku khawatir terhadap kondisi ruang kelas lainnya yang mulai memperlihatkan gejala kerusakan.
"Beberapa ruang lain, terutama kelas IV dan V, plafonnya juga mulai bergelombang. Karena itu kami tetap waspada. Saat pendataan dari bidang sarpras, kami bahkan memotret kondisi rangka dari atas genteng karena khawatir jika memeriksa dari bawah justru membahayakan," jelasnya.
SDN Gelang 2 Tulangan saat ini memiliki 133 siswa. Pihak sekolah berharap perbaikan segera dilakukan agar seluruh siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak digunakan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo