RADAR SIDOARJO - Halaman SMPN 1 Taman, Sidoarjo, tampak hijau dan hangat pada peringatan Hari Menanam Pohon Sedunia tahun ajaran 2025–2026. Seluruh tenaga pendidik (tendik) dan warga sekolah kompak membawa tanaman lidah buaya dalam pot sebagai simbol gerakan peduli lingkungan yang telah menjadi identitas sekolah Adiwiyata Nasional ini.
Kepala SMPN 1 Taman, Dra. Masroh Hidajati, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya seremoni, tetapi bagian dari budaya sekolah yang terus dijaga.
"Hari ini kita bisa berkumpul di halaman sekolah untuk memperingati Hari Menanam Pohon Sedunia. Semoga kegiatan ini senantiasa mendapatkan ridho Allah SWT," ujar Masroh, Senin (8/12).
Ia menambahkan, keberhasilan sekolah meraih predikat Adiwiyata Nasional merupakan hasil kerja bersama seluruh warga sekolah.
"Berkat kerja sama yang baik, kita sudah lolos sebagai sekolah Adiwiyata Nasional. Predikat ini tentu harus kita jaga bersama dan berlangsung secara berkelanjutan," tegasnya.
Masroh menekankan, Adiwiyata bukan ajang perlombaan, melainkan proses panjang yang menuntut konsistensi.
"Program Adiwiyata itu berkesinambungan, mulai dari kabupaten, provinsi, nasional, hingga Adiwiyata Mandiri. Bahkan ada predikat Preschool Asia. Jadi kita tidak boleh berhenti di sini," jelasnya.
Menurutnya, sekolah harus terus menjadi tempat edukasi terkait pentingnya perilaku peduli lingkungan.
"Lingkungan rusak bisa menjadi lestari karena perilaku manusia, dan lingkungan lestari bisa rusak juga karena perilaku manusia. Kita bergantung pada lingkungan, maka kita harus peduli dan membiasakan diri menjaga lingkungan agar tetap aman dan indah," ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Adiwiyata SMPN 1 Taman Sumiati, S.Pd., M.Pd.I, serta Ketua Komite Sekolah, Koestiarsono, yang juga memberikan apresiasi atas capaian sekolah.
"Ini berkat kolaborasi yang luar biasa. Anak-anak harus tahu bahwa Adiwiyata adalah anugerah yang harus disyukuri," tutur Koestiarsono.
Ia berharap, semangat Adiwiyata dapat terus menular kepada seluruh peserta didik dan menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista