RADAR SIDOARJO - Semangat kepahlawanan berkobar di SMK YPM 8 Sidoarjo. Ribuan siswa tampil penuh antusias dalam Pawai Hari Pahlawan yang digelar, Senin (10/11).
Tidak hanya sekadar pawai, kegiatan ini juga dirangkai dengan kontes sepeda jadul, fashion show tokoh pahlawan, dan berbagai lomba kreatif yang menggugah semangat perjuangan.
Wakil Kesiswaan SMK YPM 8 Sidoarjo, Muhammad Hasan Khodari menjelaskan, peringatan Hari Pahlawan tahun ini dikemas lebih unik dan edukatif.
“Kegiatan puncak Hari Pahlawan ini kami isi dengan pawai sepeda vintage dan penampilan siswa yang mengenakan kostum tokoh-tokoh pahlawan. Ada juga maskot tiap kelas yang menggambarkan semangat juang para pejuang bangsa,” ujar Hasan ke Radar Sidoarjo.
Ia menambahkan, tema tahun ini diangkat untuk mengenang para pahlawan yang jarang dikenal masyarakat luas, termasuk figur KH Hasyim Latief, seorang kiai dan tokoh pejuang yang juga pendiri YPM.
“Anak-anak kami ajak mengenal lebih dekat tokoh seperti KH Hasyim Latief. Beliau bukan hanya seorang ulama, tapi juga pejuang. Ini menjadi teladan bagi para siswa untuk meneladani semangat juang beliau,” terangnya.
Tak hanya pawai, kegiatan ini juga diisi dengan fashion show yang menampilkan tokoh-tokoh besar seperti KH Hasyim Asy’ari dan Bung Tomo. Sebanyak 1.400 siswa terlibat aktif dalam acara tersebut.
“Setiap tahun tema pahlawan yang kami angkat berbeda. Tahun ini total ada 38 kelas yang ikut, semuanya menampilkan kreasi masing-masing. Kami bekerja sama dengan IKA Panzer dan pemerintah desa untuk memeriahkan acara ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr. Kisyanto menegaskan, peringatan Hari Pahlawan bukan hanya seremonial, tetapi sarana untuk menanamkan nilai resolusi jihad kepada para pelajar.
“Puncak resolusi jihad itu lahir dari keputusan tokoh-tokoh utama, terutama para ulama Nahdlatul Ulama (NU) seperti KH Hasyim Asy’ari. Karena itu, penting bagi kami untuk mengingatkan siswa agar tidak melupakan semangat perjuangan 10 November,” tegasnya.
Kisyanto yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMK Swasta Jawa Timur menuturkan, kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti oleh siswa.
“Setiap tahun kami berusaha menggelar peringatan Hari Pahlawan dengan meriah, agar nilai-nilai perjuangan tidak luntur. Kami ingin anak-anak memahami bahwa kemerdekaan ini lahir dari semangat jihad, keberanian, dan pengorbanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat arek-arek Suroboyo pada peristiwa 10 November harus terus dihidupkan.
“Selain tentara, perang di Surabaya itu juga perjuanan santri dan masyarakat. Mereka bersatu tanpa membedakan latar belakang dengan satu semangat, Allahu Akbar, Merdeka!” tutup Kisyanto. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista