Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Solidaritas Palestina, Siswa Insan Kamil Sidoarjo Gelar Aksi Boikot Produk Pro-Israel

M Saiful Rohman • Rabu, 23 April 2025 | 01:24 WIB
KOMPAK: Para siswa saat mengikuti aksi solidaritas untuk Palestina. (ANAS/RADAR SIDOARJO)
KOMPAK: Para siswa saat mengikuti aksi solidaritas untuk Palestina. (ANAS/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Yayasan Pendidikan Islam Terpadu (YPIT) Insan Kamil Sidoarjo menggelar aksi solidaritas untuk Palestina melalui kegiatan boikot produk-produk pro-Israel, Selasa (22/4). Aksi tersebut diikuti sekitar 1.300 siswa dari berbagai jenjang, mulai dari KB-TK, SD, SMP hingga MA.

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat di halaman sekolah. Para siswa menyuarakan yel-yel dan orasi sebagai bentuk penolakan terhadap kekerasan yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Selain orasi, para siswa juga melakukan simulasi aksi boikot terhadap produk-produk yang diduga mendukung agresi Israel. Aksi ini menjadi puncak dari serangkaian edukasi bertema solidaritas yang telah diberikan di kelas sebelumnya.

KONSISTEN: Aksi para guru saat tandatangani petisi aksi baikot produk Israel.
KONSISTEN: Aksi para guru saat tandatangani petisi aksi baikot produk Israel.

Direktur Insan Kamil Sidoarjo, Khoirul Anam, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina akibat agresi Israel.
“Ini adalah bentuk respon kami terhadap agresi yang dilakukan Zionis Israel terhadap saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo.

Ia menambahkan, sebelum aksi digelar, para siswa terlebih dahulu diberikan pemahaman oleh wali kelas mengenai situasi di Palestina, dengan tujuan membangun empati dan kepedulian sejak dini.

“Harapannya, anak-anak tahu bahwa di sana ada saudara kita yang dizalimi, dan mereka mulai peduli,” tambahnya.
“Kami ingin mereka bisa membayangkan jika berada di posisi saudara-saudara kita di Palestina,” imbuhnya.

Menurut Khoirul, aksi ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga ditujukan untuk menanamkan komitmen agar para siswa tidak mengonsumsi produk-produk yang terafiliasi dengan dukungan terhadap Israel.
“Mereka perlu tahu bahwa bentuk kepedulian itu bisa diwujudkan dengan menghentikan aliran dana ke pihak yang menindas,” jelasnya.

Selain aksi boikot, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan teatrikal dari para siswa. Pertunjukan tersebut disusun dan dimainkan sendiri oleh siswa, menunjukkan antusiasme mereka dalam menyuarakan solidaritas.

Aksi ini mendapat dukungan penuh dari para wali murid. Sebelumnya, pihak sekolah juga telah melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina.
“Alhamdulillah, kami berhasil mengumpulkan lebih dari Rp 500 juta,” ungkap Khoirul.

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk ormas Islam, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), dan jamaah lainnya.
“Kalau kita tidak bergerak, rasanya tidak nyaman sebagai umat beriman,” pungkasnya. (nas/sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#palestina #boikot #Israel #solidaritas #Produk