SIDOARJO - Di tengah tantangan pendidikan modern, Universitas Ciputra Surabaya (UC) memberikan solusi inovatif melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (DIMAS). Program ini bertujuan meningkatkan literasi finansial di SMP Katolik Santa Maria II Sidoarjo dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) yang terintegrasi menggunakan platform digital Notion.
DIMAS bukan sekadar program pelatihan biasa. Ini adalah perjalanan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, diantaranya Gabriella Faustine Olliem (Desain Komunikasi Visual), Emma Suwono (Bisnis Hotel dan Pariwisata), Windy Happy Firmandha, Yulian Tri A.W., Suyang, dan Abraham Romamti Ezar (Akuntansi).
Dengan bimbingan dosen-dosen ahli, seperti Yopy Junianto, S.E., MSA., CAP (Akuntansi), Lexi Pranata Budidharmanto, S.Kom., M.M., CEM., CIQaR., CHE (Bisnis Hotel dan Pariwisata), Dr. Thomas Stefanus Kaihatu, M.M. (Doktor Ilmu Manajemen), dan Shienny Megawati Sutanto, S.Sn., M.M., M.Ds. (Desain Komunikasi Visual) program ini menyatukan teori dan praktik untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program DIMAS dimulai pada 28 September 2024 dengan sesi pengenalan konsep BMC kepada para guru di kampus UC Surabaya. Dalam sesi ini, mahasiswa berperan aktif memfasilitasi diskusi dan membantu guru menganalisis tantangan yang dihadapi sekolah, terutama dalam menarik siswa baru.
Proses ini dilanjutkan secara daring pada 5 Oktober 2024, di mana guru mempresentasikan hasil analisis mereka dengan panduan mahasiswa UC. Puncak kegiatan terjadi pada 18 Oktober 2024, ketika mahasiswa UC mendatangi SMP Santa Maria II untuk memberikan pelatihan langsung kepada siswa. Dalam sesi ini, siswa diajak memahami elemen-elemen BMC, seperti struktur biaya (cost structure) dan nilai proposisi (value proposition), serta menerapkannya dalam simulasi strategis.
Program DIMAS ditutup pada 5 November 2024 dengan sesi mentoring daring, yang menjadi momen refleksi untuk para peserta. Sebagai puncak kegiatan, pameran hasil karya siswa digelar pada 8 November 2024.
Sebanyak tujuh kelompok siswa mempresentasikan BMC yang mereka buat di depan guru, teman-teman, dan tim Universitas Ciputra. Dari hasil ini, tiga kelompok terbaik mendapatkan apresiasi khusus atas kreativitas dan pemahaman mereka.
Kezia Victory Purwadi, S.Par., Koordinator Acara DIMAS, menekankan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara mahasiswa, dosen, dan peserta. “Program ini bukan hanya tentang literasi finansial, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama menciptakan solusi strategis yang relevan dan berdampak positif,” ungkapnya.
Sementara itu Yopy Junianto dosen akuntansi menambahkan jika guru dan siswa SMP Katolik Santa Maria II memberikan apresiasi tinggi terhadap materi dan pendekatan yang diterapkan dalam program ini.
"Program DIMAS membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menciptakan perubahan nyata. Keberhasilan ini tidak hanya mempererat hubungan UC Surabaya dengan masyarakat tetapi juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut di masa depan", ungkap Yopy
BMC memberikan perspektif baru yang sangat relevan. Program ini bisa membantu merancang strategi untuk menarik minat calon siswa. (ind/vga)
Editor : Vega Dwi Arista