SIDOARJO - SMP Nurul Fikri Sidoarjo menggelar kegiatan kajian spesial dalam rangka memperingati hari pahlawan, Sabtu (9/11). Kajian spesial ini mengangkat tema perjuangan heroik anak-anak Gaza, Palestina.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang mengungkapkan kisah perjuangan rakyat di Palestina, terutama dalam menghadapi agresi Israel.
Dalam kesempatan tersebut, Abdurrahman Al Mashry dan Majdi Al Mashry, menceritakan pengalaman menyayat hati tentang perjuangan saudara-saudara di Gaza, Palestina.
"Rumah-rumah di Gaza hancur lebur rata dengan tanah, kekurangan makanan, air bersih, dan minuman. Bahkan, ada yang harus makan batu-batu untuk bertahan hidup," ujar Abdurrahman.
Di sela-sela kajian, juga diputar cuplikan video yang menunjukkan situasi pertempuran yang berlangsung di Jalur Gaza, di mana pasukan Israel menggempur wilayah tersebut.
Dengan demikian, para siswa pun diajak untuk merenungkan bagaimana perjuangan anak-anak Gaza yang tak berbeda jauh dengan semangat pejuang kemerdekaan Indonesia.
Kepala SMP Nurul Fikri Sidoarjo, Muammal Jasin, M.Pd., mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan solidaritas kepada para siswa.
"Hari ini kami mengadakan kajian spesial dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Kami ingin anak-anak belajar tentang sejarah pahlawan Indonesia," ujarnya.
Selain itu, siswa agar memahami bahwa perjuangan untuk kemerdekaan dan keadilan masih diperjuangkan oleh rakyat Palestina dalam menghadapi penjajah.s
"Tiga hari yang lalu, kami mengajak siswa SMP Nurul Fikri berkunjung ke Museum 10 November untuk belajar sejarah heroisme arek-arek Suroboyo melawan penjajahan Belanda," ungkapnya.
Namun, saat ini pihaknya ingin peserta didiknya melihat bahwa saudara di Palestina sedang berjuang menghadapi penjajahan di tanah mereka.
"Palestina bukan hanya tentang agama tetapi juga kemanusiaan. Bagaimanapun penjajahan harus dihapus," tegasnya.
Selain kajian spesial, kegiatan ini juga diisi dengan aksi donasi untuk Palestina. Siswa dari berbagai jenjang di Nurul Fikri, mulai dari KB-TK, SD, hingga SMP, turut partisipasi Netti Lastiningsi Kabid Mutu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp 83 juta lebih,
"Donasi ini akan kami serahkan melalui Dompet Qur'an (DQ), sebagai bentuk solidaritas kami terhadap perjuangan rakyat Palestina," imbuhnya.
Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut, Nurul Fikri juga memberikan biaya pendaftaran dihari itu 100 persen untuk Palestina sebagai komitmen mereka terhadap perjuangan kemerdekaan di Palestina.
Sementara itu, Kepala Bidang Mutu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Netti Lastiningsi memberikan apresiasi kepada Nurul Fikri atas pelaksanaan acara ini.
"Saya melihat visi misi Nurul Fikri luar biasa, tidak hanya membentuk generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang Qurani dan berwawasan global," ucapnya.
"Semoga acara ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menumbuhkan rasa persatuan dan semangat juang," harapnya. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista