Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Rektor Unusida Jadi Pemateri dalam Forum “Meningkatkan Kerja Sama Rentas Sempadan dalam Pendidikan Tinggi di UiTM Malaysia

Vega Dwi Arista • Rabu, 10 Juli 2024 | 19:48 WIB

 

TUKAR PIKIRAN : Rektor Unusida, Dr. Fatkul Anam (kanan) dalam forum diskusi dengan jajaran Universiti Teknologi Mara (UiTM).   
TUKAR PIKIRAN : Rektor Unusida, Dr. Fatkul Anam (kanan) dalam forum diskusi dengan jajaran Universiti Teknologi Mara (UiTM).  
 

SIDOARJO - Kota Rembau-Rektor Unusida, Dr. Fatkul Anam menyampaikan pokok-pokok pikiran dalam forum diskusi dengan jajaran Universiti Teknologi Mara (UiTM) untuk memperkuat bidang transformasi teknologi dan digitalisasi (10/7/2024).

Tiga orang panelis dalam kegiatan yang disiarkan live dalam studio TV Rembau itu antara lain:

  1. Assoc. Profesor Dr. Fatkul Anam, M. Si. (Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nadhatul Ulama, Indonesia/Rektor Unusida).
  2. Dr. Rer. Pol. H.M. Faishal Aminuddin (Lembaga Pendidikan Tinggi Universiti Nadhatul Ulama, Indonesia)
  3. Profesor Dr. Yamin Yasin (Universiti Teknologi MARA Cawangan Negeri Sembilan, Malaysia.

Anam mengungkapkan, terdapat lima bentuk kerja sama dalam pengembangan Artificial Intellegence (A.I) yang mungkin dilakukan. Yakni, pertukaran pengetahuan dan riset bersama, penelitian kolaboratif, program pelatihan dan sertifikasi, pembangunan infrastruktur A.I, serta pertukaran mahasiswa dan staf.

"Melalui pertukaran dosen dan peneliti, kedua pihak dapat mempelajari praktik terbaik, metode, dan teknologi terbaru dalam pengembangan A.I. Ini akan membantu memperkaya kurikulum pendidikan dan penelitian di kedua institusi," jelas Anam.

Sementara dalam penelitian kolaboratif dapat mencakup pengembangan algoritma baru, aplikasi A.I. dalam pendidikan, atau penggunaan A.I. untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Untuk menghasilkan penemuan yang signifikan dan berkontribusi pada perkembangan A.I. dalam pendidikan.

Program selanjutnya adalah pelatihan dan sertifikasi untuk mahasiswa, dosen, dan profesional di kedua institusi, mencakup pelatihan praktis dalam pengembangan A.I., pemahaman konsep-konsep dasar A.I., dan penerapan A.I. dalam konteks pendidikan.

Dalam pembangunan infrastruktur A.I, dilakukan pengembangan pusat riset A.I., laboratorium A.I., dan pengadaan peralatan dan perangkat lunak terkait A.I.

"Kegiatan terakhir yang saya usulkan adalah pertukaran mahasiswa dan staf. Kegiatan ini untuk mendapatkan pengalaman belajar dan kerja di lingkungan yang berbeda, yang akan meningkatkan pemahaman mereka tentang A.I. dan pendidikan," jelas Anam. (vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#diskusi #Kerja Sama #pemateri #Unusida #Malaysia