Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

SMPN 1 Krembung Juara 1 Program Sekolah Toleransi Kabupaten Sidoarjo  

Indra Wijayanto • Sabtu, 1 Juni 2024 | 00:33 WIB
SEKOLAH TOLERANSI: Hasil kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi dari seluruh warga Spensakre dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan di lingkungan sekolah.
SEKOLAH TOLERANSI: Hasil kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi dari seluruh warga Spensakre dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan di lingkungan sekolah.

SIDOARJO - Semarak festival toleransi di Alun-alun Sidoarjo, Kamis (30/5) menjadi kebanggan tersendiri bagi SMP Negeri 1 Krembung (Spensakre). Sekolah ini menjadi salah satu sekolah yang bersinar dalam festival ini setelah meraih penghargaan Juara 1 Program Sekolah Toleransi.

Diwarnai dengan kemeriahan, festival tersebut diikuti oleh 50 sekolah SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten Sidoarjo. Festival ini merupakan bagian dari upaya untuk menumbuhkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan di kalangan generasi muda.

Acara ini dihadiri oleh para peserta didik, guru, dan masyarakat umum. Berbagai kegiatan menarik memeriahkan festival ini, seperti pawai budaya, pameran hasil karya siswa, dan penampilan kesenian.

PRESTASI: SMPN 1 Krembung meraih Juara 1 Program Sekolah Toleransi dalam gelaran Festival Toleransi 2024 Sidoarjo In Harmony.
PRESTASI: SMPN 1 Krembung meraih Juara 1 Program Sekolah Toleransi dalam gelaran Festival Toleransi 2024 Sidoarjo In Harmony.

Kepala SMPN 1 Krembung, Lilik Isnawangsih, S.Ag., M.Pd., mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi dari seluruh warga Spensakre dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan di lingkungan sekolah.

“Salah satu daya tarik utama festival ini adalah pameran hasil karya siswa. Di stan pameran Spensakre, para pengunjung dapat melihat berbagai hasil kreativitas siswa, seperti buku bacaan, buku toleransi, miniatur rumah adat, poster toleransi, komik toleransi, puisi toleransi, dan cerpen toleransi,” ujar Lilik.

Ditambahkannya, hasil karya ini merupakan bagian dari program Gerakan Literasi Sekolah dan projek P5. Selain itu, terdapat pula produk-produk lain yang dipamerkan, seperti pakaian tradisional, pakaian profesi, dan kostum pahlawan.

“Ada juga pawai budaya, dimana para peserta didik dari berbagai sekolah dengan penuh semangat menampilkan kekayaan adat dan budaya Indonesia melalui busana yang mereka kenakan. Mulai dari pakaian daerah yang khas hingga busana modern yang terinspirasi oleh keberagaman budaya nusantara, pawai tersebut menjadi perpaduan harmonis dari warisan budaya dan semangat toleransi,” imbuhnya.

Festival Toleransi ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga momentum berharga untuk menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, persatuan, dan keragaman budaya kepada para peserta didik. Melalui kegiatan ini, diharapkan para generasi muda dapat memahami pentingnya toleransi dan saling menghormati perbedaan.

Semangat toleransi yang ditunjukkan oleh para peserta didik terutama siswa Spensakre dalam festival ini diharapkan dapat terus membara dan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk selalu berkontribusi dalam membangun negeri yang lebih baik.

Sebelum festival digelar, Senin (27/5) tim dari komunitas seni budaya BrangWetan melakukan survey ke Spensakre dengan memonitoring serta tindak lanjut terkait program Sekolah Toleransi yang dijalankan oleh Spensakre. (*)

Editor : Vega Dwi Arista
#Alun-alun #Toleransi #semarak #Festival #Sekolah