SIDOARJO - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh MI Maarif Bilingual Islamic School Tanggulangin Sidoarjo dalam ajang Jatim Robotic Competition 2024. Sekolah ini berhasil memborong juara, menunjukkan bakat dan kemampuan siswanya di bidang robotika.
Kompetisi yang digagas oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur bekerjasama dengan Indonesia Youth Robot Association (IYRA) ini berlangsung pada Senin, 29 April 2024 di Ruang Aula Barat Kantor Kemenag Jatim.
MI Maarif Ketegan mengirimkan dua tim dalam kompetisi ini, dan keduanya berhasil meraih hasil gemilang. Tim 1 yang terdiri dari Riwanda Rismalia Haryanti (kelas 6) dan Fakhrie Zhafran Khairy (kelas 3) berhasil meraih juara 1 kategori creative tingkat MI. Sedangkan tim 2 yang terdiri dari Muhammad Alaric Barra Purnomo dan Savio Bhumi Artha Daniswara meraih juara 3.
Kepala MI Ketegan Umi Salamah menyatakan bahwa keikutsertaan dalam lomba ini bertujuan untuk memotivasi siswa agar menjadi ahli robot dan menginspirasi teman-teman mereka untuk menciptakan robot sendiri. Dia juga menekankan bahwa robotika melibatkan banyak ilmu.
Seperti teknik, pemrograman, sains, matematika, dan kreativitas, sehingga dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.
Umi berharap prestasi ini tidak berhenti di tingkat provinsi saja. "Siswa kami semoga dapat terus berkembang dan bersaing di kancah nasional bahkan internasional dalam bidang robotika,'' ujarnya.
Senada dengan Umi Salamah, Muchammad Sugito selaku pelatih tim robotika MI Ketegan menjelaskan bahwa persiapan yang matang dilakukan sebelum kompetisi. Timnya terlebih dahulu mencari tahu tentang robot apa yang akan dibuat sesuai dengan tema SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu "Air Bersih dan Sanitasi Layak".
Tim 1 kemudian membuat karya robot dengan nama GOLUM (Galon Umum) yang berfungsi untuk pengolahan air limbah, sedangkan tim 2 membuat karya robot dengan nama ISAIROT (Isi Air Otomatis) yang berfungsi untuk mengisi air minum secara otomatis. Kedua karya robot ini berbasis Arduino dan menggunakan RFID sebagai sensor utamanya.
Prestasi membanggakan ini menjadi bukti nyata bahwa MI Maarif Ketegan berkomitmen untuk mengembangkan bakat dan potensi siswanya di berbagai bidang, termasuk robotika. Kegigihan dan kreativitas para siswa patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. (nis)
Editor : Annisa Firdausi