Kegiatan itu diikuti seluruh dewan guru TPQ, TK, dan MI Sunan Ampel 2 Trosobo. Total ada 279 dari MI yang mengikuti kegiatan pada Sabtu (29/4).
Kepala Ml Sunan Ampel 2 trosobo Lilik Chizbiyah S.Ag mengatakan, kegiatan halal bihalal digelar setiap tahun seperti biasa. cara Dimulai dengan pembukaan kultum untuk memancing siswa kegiatan selama bulan Ramadan. ''Ada juga sedikit gambaran Idul Fitri dan tugas apa saja yang dilakukan siswa," katanya.
Lilik menjelaskan, tahun ini memang ada perbedaan kegiatan di bulan Ramadan. Siswa diberi buku laporan. Isinya catatan yang diberikan guru wali kelas masing-masing terkait kegiatan Ramadan. Seperti puasa, salat berjamaah, tarawih, silaturahmi ke dewan guru, teman-teman dan keluarganya.
Sekolah pun memberikan reward kepada siswa yang laporannya lengkap. Baik dari salat tarawih, puasa, silaturahmi. Setiap seminggu sekali buku Ramadan dikoreksi guru wali kelas. ''Dari situ guru wali kelas bisa menyimpulkan siswa yang betul-betul melaksanakan kegiatan selama bulan Ramadan,'' imbuhnya.
Menurut Lilik momentum halal bihalal dimanfaatkan untuk banyak mengajarkan Akhlaqul Karimah ke anak sifat bagus ke siswa. Seperti berbagi kue Lebaran dan saling tukar kue.
Selain itu guru juga menanamkan karakter kedisiplinan kepada anak didik. Yaitu salah satu kewajiban puasa di bulan Ramadan.
Ketua Yayasan Sunan Ampel sekaligus anggota DPRD Sidoarjo H. Syaifuddin Affandi berpesan untuk menjaga silaturahmi dan saling bermaafan harus ditanamkan pada anak-anak sejak dini. ''Karena bisa membangun dan mencetak karakter moral pada anak untuk berahkhul karimah," katanya.
Siswa kelas I Kenza mengaku berterima kasih kepada ibu guru atas reward yang diberikan. Begitu juga siswa kelas VI Lauwra Michella Irawan yang sangat senang dengan kegiatan halal bihalal tersebut. ''Bisa dapat dapat tausiyah dan ilmu lainnya,'' pungkasnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista