Kepala TPQ Tashilul Falah Emil Hanim Mufidah mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga mengundang wali santri. Sehingga mereka mengerti apa saja yang dipelajari oleh anak-anaknya selama ini. “Dengan begitu para wali santri juga tahu bahwa anak-anaknya bisa membaca Alquran dengan baik,” katanya.
Dia berharap, setelah diwisuda, para santri tidak berhenti belajar. Harus dilanjutkan terus hingga mempersiapkan program menuju tahfidz. Ada metode sendiri nantinya yang akan disiapkan. Namun dipastikan sangat mudah untuk diterima anak-anak.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tashilul Falah Abdul Aziz kirom, M.Pd.I mengatakan, dalam kegiatan kahataman qiroati tersebut, santri yang berlajar jilid 1 sampai jilid 6 yang diwisuda. Total ada 14 santri yang diwisuda. Mulai dari kelas TK hingga V SD.
Dia menjelaskan, tujuan pembelajaran ini adalah untuk mempermudah siswa dalam membaca Alquran. “Karena metode qiroati adalah bagaimana membaca Alquran dengan mudah,” ujarnya.
Dia juga berharap para santri ke depan akan terus belajar. Tidak hanya membaca Alquran tetapi juga memahami isinya. Sehingga mereka bisa menjadi ahli Quran yang soleh dan solehah. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista