Kepala SD Kreatif The Naff Yuni Rokhmatin menjelaskan, untuk festival P5, siswa kelas 1 menampilkan tema gaya hidup beklanjutan. Sedangkan siswa kelas 4 temanya adalah kearifan lokal. ''Project itu juga merupakan kolaborasi dengan orang tua,'' katanya.
Sedangkan Student Led Conference(SLC) adalah metode baru dalam memberikan raport. Tidak seperti biasanya, yang melaporkan hasil belajar siswa selama satu semester bukan guru. Melainkan siswa itu sendiri.
Siswa mengumpulkan semua hasil karya dan ujiannya dalam bentuk portofolio. Kemudian mereka mempresentasikannya ke hadapan orang tua. Mulai dari target hapalan, doa sehari-hari, dan surat-surat pendek. ''Sehingga orang tua tidak hanya tahu hasilnya, tetapi juga prosesnya,'' katanya.
Kepala PG Kreatif The Naff Chanina Auliandini, S.Pd menyebutkan, metode pembagian raport terbaru ini memberikan kesempatan yang baik untuk siswa dan orang tua. ''Bisa menimbulkan ikatan yang dekat,'' ujarnya.
Dengan begitu, orang tua bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan anaknya. Sehingga bisa menyiapkan langkah untuk mengembangkan bakat anaknya ke depan.
Sementara itu, Ketua Komite PG-TK Kreatif The Naff Agustina mengaku takjub dengan metode pembagian raport yang baru itu. Para orang tua terharu dengan pencapaian yang diraih siswa selama satu semester. ''Ternyata anak-anak kami mampu mencapai itu,'' tuturnya.
Dia berharap kegiatan itu dipertahankan. Sebab konsepnya bagus. Sebagai wali murid, dia setuju kegiatan itu terus ditingkatkan. Karena tidak ada di sekolah lain. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista