Di hadapan sekitar 800 mahasiswa yang hadir di Gedung Rahmatul Ummah, KH Zulfa Mustofa memberikan motivasi. Bahwa mahasantri UNUSIDA harus mampu berpikir global, sehingga dapat memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat, apapun bidang keilmuannya, tetapi tetap memiliki rasa taqwa kepada Allah.
“Belajarlah ke-NU-an, dan bersikaplah terbuka. Tunjukkan sebagai mahasiswa yang siap pakai di masyarakat,” katanya.
Motivasi lain yang diberikan KH Zulfa, berupa buku hasil karyanya mengenai Biografi Syeh Nawawi yang memiliki kontribusi terhadap bangsa Indonesia. Buku tersebut ditulis dalam Bahasa Arab. Meski buku tersebut dibuat dalam hitungan bulan, tetapi sudah melalui survei selama 10 tahun.
“Ciptakan sesuatu yang tidak diciptakan orang lain,” katanya.
Buku itu diberikan kepada Rektor UNUSIDA Dr. Fatkhul Anam Msi, Ketua Badan Pelaksana Pendidikan (BPP) Unusida Arly Fauzi, dan Sekretaris PCNU Sidoarjo Agus Ubaidillah. Dan motivasi yang diberikan KH Zulfa Mustofa menarik perhatian mahasiswa dengan melontarkan banyak pertanyaan. Baik mengenai ke-NU-an, ahlussunah wal jamaah, maupun menyangkut penulisan buku.
KH Zulfa Mustofa secara terpisah mengaku bangga dengan perkembangan UNUSIDA karena menjadi kampus terbaik yang dimiliki NU. “Unusida ini mendapatkan rangking ke tiga terbaik. Memiliki mahasiswa yang banyak. Artinya kampus ini dipercaya oleh masyarakat. Karenanya saya berharap BPP, segenap rektor dan dosen dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap UNUSIDA,” katanya.
Masih kata KH Zulfan, saat ini NU sudah memiliki 280 kampus di seluruh Indonesia. “Kalau dari jumlah tersebut UNUSIDA menempati rangking ketiga, berarti ini luar biasa. Jadi semuanya harus ditingkatkan. Fasilitasnya, kualitas pendidikannya, kualitas mahasiswanya sehingga mahasiswa UNUSIDA siap pakai dan siap berguna di masyarakat,” ucapnya.
Masih kata KH Zulfa, jika saat ini mahasiswa baru UNUSIDA mencapai 800 orang, ke depan akan meningkat hingga ribuan.
Untuk mencapai harapan itu, semua sumber daya yang ada harus membangun banyak jaringan kepada para pihak. Baik pemerintah, swasta dari dalam maupun luar negeri. “Zaman sekarang ini, mau tidak mau memang harus membangun jaringan-jaringan. Mahasiswa juga harus membantu agar kampus ini bisa lebih dikenal masyarakat. Kuncinya di kepercayaan. Selama kepercayaan bisa dicapai, Insyaa Allah UNUSIDA akan maju,” katanya. (nug/vga) Editor : Vega Dwi Arista