Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kue Lumpur Khas Sidoarjo Laris Manis Sejak Awal Ramadan

Suryanto • Senin, 2 Maret 2026 | 12:36 WIB

MENGGIURKAN: Pengunjung membeli kue lumpur khas Sidoarjo di Jalan Hang Tuah, Sidoarjo. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)
MENGGIURKAN: Pengunjung membeli kue lumpur khas Sidoarjo di Jalan Hang Tuah, Sidoarjo. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Penjualan kue lumpur khas Sidoarjo, meningkat tajam sejak awal Ramadan. Permintaan yang biasanya ramai saat akhir pekan, kini melonjak setiap hari hingga ribuan kue terjual.

Salah satu sentra produksi yang mengalami peningkatan pesat berada di kawasan Jalan Hang Tuah, Sidoarjo. Aktivitas produksi kue lumpur di kawasan berlangsung sejak pagi hari untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Belasan pekerja terlihat menyiapkan adonan yang terdiri dari kelapa muda, santan, tepung, dan telur ayam. Adonan kemudian dituangkan ke dalam cetakan yang dipanaskan di atas kompor dengan suhu sedang agar panas tetap stabil.

Untuk memastikan kematangan merata, bagian atas cetakan diberi loyang berisi bara arang. Metode tradisional ini membuat kue matang sempurna dari bagian bawah hingga atas sekaligus mempertahankan cita rasa khasnya.

Lilik Resiyowati, produsen kue lumpur khas Sidoarjo, mengatakan lonjakan penjualan terjadi signifikan selama Ramadan. "Biasanya ramai saat Sabtu, Minggu, dan hari besar, bisa sampai dua ribu kue.

Sekarang selama Ramadan rata-rata lebih dari tiga ribu kue per hari. Pembeli banyak dari Sidoarjo, Surabaya, dan Malang, bahkan ada yang dari Jakarta dan Bandung untuk oleh-oleh.” ujar Lilik.

Ia menambahkan sebelum Ramadan, penjualan tertinggi tercatat sekitar dua ribu kue per hari pada akhir pekan dan hari besar nasional. Dalam sehari selama Ramadan, produksi menghabiskan sekitar 100 kilogram telur, 75 butir kelapa, dan 20 kilogram tepung.

"Namun memasuki bulan puasa, jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari tiga ribu kue per hari," imbuh Lilik.

Sementara itu, Nanang Haromain salah seorang pembeli mengaku membeli dalam jumlah besar untuk hidangan berbuka puasa maupun buah tangan bagi keluarga. “Kami sering beli di sini karena memang khas Sidoarjo. Kali ini pesan 40 karton untuk dibagikan ke saudara di Surabaya dan Malang. Rasanya empuk dan manis, cocok untuk semua usia.” ujar Nanang.

Untuk diketahui harga satu kotak berisi 10 kue lumpur original dibanderol Rp 36 ribu. Sementara varian campuran original dan kelapa dijual Rp41 ribu per kotak. Setiap hari, ribuan kue lumpur tersebut habis terjual dalam hitungan jam. (sur/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Permintaan #Lumpur #Ramadan #kue #Penjualan