SIDOARJO - Makanan khas Sidoarjo, lontong kupang, adalah hidangan yang wajib dicoba. Sajian kupang, kerang kecil yang dimasak dengan bumbu petis dan disantap bersama lontong ini, terkenal dengan kelezatannya yang menggoda selera.
Namun, di balik kelezatannya, beredar mitos bahwa setelah memakan lontong kupang, kita harus minum degan untuk menetralkan racun. Benarkah?
1. Kupang: Si Penyerap Racun Alam
Kupang memang memiliki kemampuan unik untuk menyerap apa pun di sekitarnya, layaknya penyedot debu. Hal ini bisa menjadi bahaya jika habitatnya tercemar limbah berbahaya, logam berat, atau zat beracun lainnya. Racun-racun tersebut akan terakumulasi dalam tubuh kupang.
Namun, menariknya, kupang sendiri tidak terpengaruh oleh racun tersebut. Justru, keberadaan kupang membantu membersihkan lingkungan dari polutan. Bagi manusia, cerita ini berbeda. Mengonsumsi kupang dari habitat tercemar dapat membahayakan kesehatan, menyebabkan mual, muntah, dan diare.
2. Kupang: Kaya Gizi, Kaya Manfaat
Di balik potensinya membawa racun, kupang juga memiliki segudang manfaat. Kupang kaya akan zat besi (Fe) dan seng (Zn). Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, sedangkan seng merupakan komponen penting dalam beberapa enzim metabolisme tubuh. Kupang juga mengandung asam lemak yang dibutuhkan tubuh.
Kandungan gizi kupang lainnya pun tak kalah menarik. Kupang memiliki kadar air 68,09 persen, protein 24,24 persen, lemak 2,70 persen, dan karbohidrat 1,02 persen. Dengan kandungan proteinnya yang tinggi, kupang dapat menjadi alternatif sumber protein yang lebih murah dibandingkan daging ayam, sapi, atau kambing.
3. Menyantap Kupang dengan Aman dan Nyaman
Bagi pecinta lontong kupang, tak perlu khawatir berlebihan. Para penjual lontong kupang biasanya memiliki cara untuk meminimalisir bahaya racun pada kupang. Salah satunya dengan memasukkan arang kayu ke dalam kuah saat mengolahnya.
Arang kayu bertindak sebagai karbon aktif yang memiliki pori-pori sangat kecil, jauh lebih kecil daripada kayu sebelum dibakar. Pori-pori ini memungkinkan arang kayu menyerap zat-zat beracun dalam tubuh kupang dengan lebih efektif.
4. Es Degan: Pelengkap Lezat dan Sehat
Di kedai lontong kupang, biasanya hanya tersedia satu jenis minuman: es degan atau es kelapa muda. Minuman ini bukan sekadar pelengkap segar, tetapi juga dipercaya sebagai penawar racun sisa yang mungkin tertinggal dalam kupang.
Air kelapa muda kaya akan enzim bioaktif seperti asam folat, fosfatase, katalase, dehidrogenase, diastase, dan peroksidase. Enzim-enzim ini membantu melancarkan pencernaan dan metabolisme tubuh.
Tak hanya itu, air kelapa muda juga kaya nutrisi dan vitamin seperti riboflavin, niasin, thiamin, piridoksin, dan folat. Nutrisi dan vitamin ini memberikan sifat antivirus dan antibakteri, sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Kesimpulannya, kamu bisa menikmati lontong kupang tanpa rasa khawatir. Lontong kupang adalah hidangan lezat dan bergizi yang patut dicoba. Dengan pengolahan yang tepat dan pendampingan es degan, kamu bisa menikmati lontong kupang tanpa rasa khawatir berlebihan.
Ingatlah untuk selalu memilih kupang dari penjual terpercaya dan perhatikan cara pengolahannya. Selamat berpetualang kuliner dengan lontong kupang! (nis)
Editor : Annisa Firdausi