SIDOARJO - Idul Adha telah usai, namun kenangan akan kelezatan daging kurban masih membekas di lidah. Bagi pecinta kuliner, olahan daging kurban seperti rendang menjadi primadona.
Tapi, tahukah kamu bahwa rendang terbagi menjadi dua kubu: tim basah dan tim kering?
Perbedaan rendang basah dan kering bukan hanya soal tekstur dan visual, lho! Menurut Chef Marco Lim, Executive Chef restoran Marco, ada tiga poin penting perbedaan yang perlu diketahui:
1. Tekstur Daging
Rendang basah menawarkan tekstur daging yang empuk bagaikan kapas, sedangkan rendang kering menghadirkan sensasi 'fight' dengan tekstur daging yang lebih keras. Hal ini dikarenakan durasi memasak yang berbeda.
2. Durasi Memasak
Para pecinta rendang kering harus bersabar, karena proses memasaknya membutuhkan waktu lebih lama. Bumbu rendang kering dimasak hingga benar-benar kering, sehingga membutuhkan waktu lebih dari 10 jam. Lebih lama dibandingkan rendang basah yang umumnya hanya sekitar 4 jam.
3. Warna
Perbedaan visual pun terlihat jelas. Rendang basah tampil dengan warna coklat muda yang menggoda, sedangkan rendang kering berwarna coklat kehitaman pekat. Perbedaan warna ini berasal dari proses karamelisasi gula pada rendang kering yang dimasak lebih lama.
Jadi, tim mana yang kamu pilih?
Terlepas dari perbedaannya, baik rendang basah dan kering sama-sama lezat dan digemari banyak orang. Pilihannya tergantung selera pribadi.
Selamat berpetualang rasa dengan rendang basah dan kering! (nis)
Editor : Annisa Firdausi