SIDOARJO - Sawuuut...Gatoot.. Ketaan...Tiwuuul...Blenduung...
Itulah suara renyah Purwanti tiap pagi dan sore menjajakan makanannya.
Makanan yang dijualnya memang beda. Yakni jajanan khas desa dari Wonogiri, Jawa Tengah yakni Sawut, Ketan, Gatot, Tiwul dan Blendung.
Sawut terbuat dari ketela pohon yang diserut lalu ditanak seperti menanak nasi.Gatot juga terbuat dari ketela pohon (gaplek) yang dikukus. Warnanya sebagian kehitaman dan dicampur dengan parutan kelapa.
Blendung terbuat dari jagung muda yang dipipil, rasanya agak asin dan penyajiannya juga dengan parutan kelapa.
Tiwul, nama makanan khas Jawa yang sudah melegenda ini juga terbuat dari ketela pohon.
Harganya rata-rata Rp 3.000 per bungkus. Sebagai pelengkap ada Lemet dan krupuk Puli harganya masing-masing Rp 1.000 an.
"Alhamdulillah banyak yang suka," kata Purwanti penjual Sawut ini, Minggu (17/12).
Perempuan cantik asli Wonogiri ini memulai jualan 'barang langka' ini sejak 2014.
Dia berkeliling di kawasan Sidoarjo mulai pukul 5.00 WIB s/d 10.00 WIB. Dia lanjutkan lagi 'shift" kedua pukul 15.00 WIB s/d 18.00 WIB.
Menurut Purwanti, makanan ini sangat terkenal di Wonogiri. Bahkan di daerah asalnya yakni Desa Ngolo, Njerakah, Kec. Poh Pelem, Kabupaten Wonogiri banyak yang menjual jajanan khas ini.
Malah menurutnya banyak temen dan kerabatnya yang berjualan di Sidoarjo.
"Ini semua saya bikin sendiri. Syukur selalu habis," katanya. Selamat mencoba.. (lik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista